132 Tahun Misi Katolik: Kehadiran 2 Pejabat di Tengah Harapan Jembatan Permanen ke Pulau Bonyom
Hans Arnold Kapisa May 23, 2026 03:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Memasuki usia 132 tahun Misi Katolik di Tanah Papua, umat Katolik di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah membangun jembatan permanen menuju Pulau Bonyom, Distrik Fakfak Tengah.

Pulau Bonyom dikenal sebagai salah satu titik persinggahan awal Pastor Le Cornelis Johannes Le Cocq d'Armandville ketika memulai misi Katolik di Tanah Papua.

Setiap tahun, pulau ini menjadi lokasi puncak perayaan HUT Misi Katolik oleh umat Katolik se-Papua.

Namun, akses menuju Pulau Bonyom masih terbatas melalui jalur laut. Untuk mengakomodasi ribuan umat yang hadir, panitia biasanya membangun jembatan non permanen.

Pada 2023, jembatan sementara dibuat dari papan kayu di sisi luar pulau. Sementara pada 2026 ini, jembatan bambu dirakit menyusuri hutan mangrove.

Baca juga: Ribuan Umat Katolik Tanah Papua Padati Pulau Bonyom, Rayakan 132 Tahun Misi Katolik

Pantauan TribunPapuaBarat.com, Sabtu (23/5/2026), sejak pagi umat Katolik telah berkumpul di pesisir Kampung Raduria, Distrik Fakfak Tengah, untuk menyeberang ke Pulau Bonyom melalui jembatan bambu tersebut.

Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk mengatur pergerakan umat secara bergelombang, guna menghindari penumpukan yang berpotensi membahayakan.

Seorang warga, Syilvi, menyampaikan harapan agar pemerintah daerah segera membangun jembatan permanen.

“Kehadiran Bapak Bupati Samaun Dahlan dan Bapak Sekda Papua Barat, All Bahan Temongmere, kiranya bisa membawa program pembangunan jembatan permanen bagi kami,” ujarnya.

Syilvi menambahkan, akses permanen akan mendukung perayaan Misi Katolik sekaligus membuka peluang wisata religi.

“Iven Misi Katolik dengan keindahan Pantai Pulau Bonyom seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai potensi wisata unggulan daerah.

Fakfak adalah daerah religius, dan dua agama besar pertama kali masuk ke Tanah Papua melalui wilayah ini. Akar sejarah ini harus dilihat baik oleh pemerintah daerah,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap situs-situs sejarah keagamaan.

“Terima kasih atas perhatian nyata terhadap situs sejarah, khususnya bagi umat Katolik di Kabupaten Fakfak,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.