Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Rumah milik seorang nenek lanjut usia (lansia), Hj Irhamtini (80), di Desa Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ludes terbakar pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada colokan mesin cuci, setelah cucu korban mendengar suara “kretek-kretek” dari arah dapur rumah.
“Cucu dari nenek itu (Nurul) mendengar ada suara kretek-kretek. Kemudian mengecek ke sumber suara alias dapur,” ungkap Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, Sabtu pagi.
Rupanya, jelas dia, memang api muncul dari colokan mesin cuci.
Saat pertama diketahui, api membakar mesin cuci.
Tak berpikir lama Nurul (cucu pemilik rumah) langsung membangunkan neneknya.
Baca juga: Pastikan Trauma Healing Korban, Plt Bupati Ponorogo Sidak Ponpes Pascakasus Asusila Kiai JYD
“Langsung menyelamatkan diri. Namun si jago merah terlanjur mengamuk. Api pun merembet ke bagian atap rumah hingga membakar satu unit sepeda motor Honda Vario yang terparkir di dekat mesin cuci,” urainya.
AKP Nanang menyatakan hasil dari olah tkp bahwa rumah tersebut telah habis terbakar. Pengecekan awal TKP, kejadian kebakaran disebabkan akibat konsleting listrik pada Colokan Mesin cuci milik korban.
“Kemudian api membakar mesin cuci dan merembet dan membakar sepeda motor yang terparkir di dekat mesin cuci,” papar mantan Kapolsek Jambon ini.
Pun api cepat membesar karena dinding rumah bagian tengah terbuat dari kayu (gebyok), dan kondisi dini hari menyebabkan warga sekitar kesulitan memberikan pertolongan memadamkan api.
“Untuk kerugian diperkirakan ratusan juta. Jumlah pastinya belum tahu karena masih belum dihitung secara total,” tegas AKP Nanang.
Bambang Supeno, Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol Pp) mengaku bahwa mengerahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran.
Baca juga: Kebakaran Hebat Pabrik di Menganti Gresik, Api Diduga Berasal dari Mesin HDPE
“Cukup besar apinya. Makanya kami kerahkan semua mobil damkar yang kami punya,” sebut Bambang.
Dia menyatakan bahwa laporan masuk ke petugas damkar pukul 00.55 wib. Petugas berangkat ke lokasi dan sampai di lokasi pukul 01.10 wib.
“Memerlukan waktu sekitar 3 jam api baru benar-benar padam. Kami mulai pemadaman 01,13 wib dan baru padam pukul 02.50 wib,” tegasnya.
Dia menyebutkan kerugian kisaran Rp 500 juta. Lantaran bangunan rumah hangus terbakar. Pun semua harta benda yang ada di dalam rumah.
“Semuanya, mulai barang elektronik, surat penting, sertifikat, ijazah, perhiasan rumah juga. Sepeda motor. Habis rata semuanya,”‘pungkasnya