Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Aktivitas transaksi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 mulai meningkat di sejumlah peternakan sapi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Salah satunya di peternakan milik Hadha Waris Saputra (24) di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Kandang sapi miliknya banyak didatangi masyarakat yang ingin berburu hewan kurban.
Kendati permintaan hewan kurban turun dibandingkan tahun lalu, namun ia masih terbantu karena harga sapi yang cenderung meningkat.
Baca juga: 57 Bhikku Thudong Tiba di Madiun, Bawa Misi Kedamaian Menuju Borobudur, Bupati: Bisa Terwujud
Hadha mengatakan, saat ini terdapat sekitar 130 ekor sapi di kandangnya dengan berbagai jenis, mulai limosin, simental, FH (sapi perah) hingga peranakan ongole (PO).
Dari jumlah tersebut, sekitar 110 ekor telah terjual menjelang Idul Adha tahun ini.
"Seluruhnya sekitar 150-an ekor yang di kandang sini (Desa Bajulan) 130 ekor, sisanya masih dititipkan. Kalau yang sudah terjual mungkin sekitar 110-an," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, sapi jenis limosin masih menjadi favorit masyarakat karena ukuran tubuhnya yang besar dan cocok dijadikan hewan kurban. Harga sapi yang ditawarkan pun bervariasi tergantung jenis dan bobotnya.
"Yang paling banyak diminati limosin. Harga mulai Rp 21 juta sampai Rp 115 juta ada," katanya.
Baca juga: Inilah Bruno, Sapi Seberat 1,1 Ton Asal Saradan Madiun yang Jadi Kurban Presiden Prabowo
Ia mengungkapkan, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk sapi dengan ukuran yang sama, kenaikan harga bisa mencapai Rp3 juta per ekor.
"Kalau tahun lalu kisaran Rp21 juta sampai Rp22 juta, sekarang bisa Rp24 juta sampai Rp25 juta," jelasnya.
Meski harga naik, Hadha mengakui permintaan hewan kurban tahun ini tidak seramai tahun lalu. Penurunan daya beli masyarakat disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penjualan.
Untuk itu ia tidak berani membeli sapi dari peternak lain sebanyak tahun lalu.
"Kalau permintaan cenderung lebih ramai tahun lalu. Tahun ini sedikit menurun," ungkapnya.
Pembeli sapi kurban di peternakannya tidak hanya berasal dari wilayah Madiun dan Caruban saja, namun juga dari luar kota seperti Sidoarjo, Surabaya hingga Mojokerto. Bahkan, pengiriman sapi ke sejumlah daerah tersebut sering kali dilakukan menjelang Idul Adha.
"Kalau luar kota ada dari Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto. Kami juga kirim ke sana," pungkasnya.