TRIBUNGAYO.COM, SPORT - Setter andalan Korea Selatan, Kim Da-in, resmi memutuskan untuk bertahan bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate setelah memperoleh status free agent (FA) pertamanya pada 2026.
Baca juga: Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar Susul Jejak Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia
Keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan matang terkait masa depannya di kompetisi Liga Voli Korea.
Dilansir dari media Korea My Daily pada Sabtu (23/5/2026), Kim Da-in menandatangani kontrak senilai 540 juta won atau setara sekitar Rp6,3 miliar per musim.
Nilai tersebut menjadikannya sebagai pemain voli putri Korea Selatan dengan bayaran atau gaji tertinggi di liga voli putri saat ini.
Pemain kelahiran 1998 itu akhirnya masuk daftar FA setelah menjalani sembilan musim di V-League.
Meski direkrut Hyundai Hillstate pada draft rookie 2017 sebagai pilihan putaran kedua, Kim sempat mengalami masa sulit karena minimnya kesempatan bermain dalam tiga musim awalnya, sehingga harus menunda kelayakan sebagai FA.
Dalam wawancara di Pusat Pelatihan Nasional Jincheon Bersama My Daily, Kim Da-in mengungkapkan sempat mempertimbangkan untuk mencari tantangan baru di luar timnya saat ini.
“Sejujurnya, awalnya saya memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan. Saya merasa ini mungkin saat yang tepat karena saya bukan lagi pemain muda. Namun setelah banyak berdiskusi dan merenung, saya akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan,” ujarnya.
Meski telah mencapai posisi puncak dalam hal gaji, Kim Da-in menegaskan dirinya belum puas.
Baca juga: Sea V League 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Susul Megawati, Jalani Uji Coba di Korea Selatan
Ia justru semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam akurasi umpan dan aspek pertahanan.
“Bukankah setiap pemain punya mimpi bermain di luar negeri? Tapi secara realistis, itu tidak mudah bagi saya. Karena itu, saya ingin terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam akurasi set,” katanya.
“Masih banyak yang perlu saya perbaiki. Saya ingin mengurangi gerakan yang tidak perlu dan menutupi kelemahan, terutama dalam blok. Karena saya tidak terlalu kuat di blok, saya harus lebih bekerja keras dalam pertahanan”Kim menambahkan.
Kim menegaskan bahwa status sebagai pemain bebas tidak mengubah pola pikirnya. “Saya tidak bermain hanya demi status FA.
Mungkin ada tanggung jawab lebih besar, tetapi sikap saya terhadap voli tetap sama. Saya hanya ingin terus berkembang,” lanjutnya.
Hyundai E&C sendiri melakukan perombakan besar untuk menyambut musim 2026.
Setelah pensiunnya legenda tim Yang Hyo-jin, klub mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk middle blocker berpengalaman Bae Yu-na dan outside hitter Lee Han-bi.
Menariknya, untuk kuota pemain Asia, Hyundai kembali menggandeng opposite asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.
Megawati diproyeksikan menjadi tandem kuat bersama pemain asing Jordan Wilson di lini serang.
Kim Da-in pun optimistis dengan komposisi baru timnya.
Ia menilai, meski banyak perubahan, kekuatan utama Hyundai tetap terletak pada kekompakan dan stabilitas permainan.
“Tahun lalu kami juga memulai dengan banyak pertanyaan. Tapi kami tetap berkembang. Musim ini juga akan menjadi tantangan baru, dan saya berharap kami bisa tumbuh bersama sebagai tim,” ungkapnya.
Di level tim nasional, Kim juga memiliki ambisi besar.
Ia menargetkan peningkatan peringkat dunia serta peluang tampil di Olimpiade melalui ajang Kejuaraan Asia.
Dengan pengalaman, mentalitas, serta dukungan tim yang solid, Kim Da-in kini tidak hanya menjadi setter dengan bayaran tertinggi, tetapi juga sosok kunci dalam ambisi besar Hyundai Hillstate dan tim nasional Korea Selatan di masa mendatang. (*)
Baca juga: Popularitas Meledak, Megawati Ikuti Jejak Kim Yeon-Koung di Liga Voli Korea?