BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penggunaan Sinar-X dalam dunia kedokteran modern terus meningkat pesat guna menunjang diagnosis dan terapi pasien.
Namun, di balik manfaatnya tersebut, harus kita ketahui efek paparan radiasi dosis rendah yang mengintai jutaan tenaga kesehatan yang bertugas di lingkungan radiologi.
Menjawab tantangan tersebut, sebuah penelitian inovatif mengungkap potensi buah lokal asal Kalimantan, yaitu Kuweni (Mangifera odorata Griff.), sebagai perisai radioprotektor alami.
Baca juga: Pemko Hibahkan Klinik Terapung untuk Fakultas Kedokteran ULM, Bakal Layani Warga Bantaran Sungai
Inovasi ini dipaparkan langsung oleh Dr Mashuri dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Kedokteran Program Doktor, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang digelar di Banjarbaru, Sabtu (23/5/2026).
Di hadapan dewan penguji yang dipimpin Prof Dr Syamsul Arifin dr MPd FISCH FISCM dan promotor Prof Dr Zairin Noor dr Sp.OT(K) MM, Dr Mashuri sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Mekanisme Radioprotektif Ekstrak Etanol Kuweni pada Tikus yang Terpapar Sinar X Dosis Rendah."
Dalam pemaparannya, Dr Mashuri menjelaskan bahwa akumulasi radiasi harian, meskipun dalam dosis sangat rendah (0,63 mGy), secara biologis memicu kerusakan molekular.
Mulai dari deplesi antioksidan alami tubuh, lonjakan peroksidasi lipid, hingga kerusakan fatal pada rantai genetik (DNA).
Selama ini, radioprotektor sintetik yang ada di pasaran memiliki keterbatasan besar karena hanya untuk dosis tinggi, memiliki toksisitas sistemis, dan biaya yang mahal.
"Kuweni Kalimantan merupakan buah tropis endemik yang sangat melimpah dan aman. Melalui analisis laboratorium, kami menemukan bahwa buah ini kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, serta senyawa khusus 5-HMF, asam sitrat, dan trehalosa. Senyawa-senyawa inilah yang bekerja efektif secara simultan menghalau radikal bebas akibat paparan radiasi," papar Dr Mashuri.
Penelitian eksperimental yang dilakukan pada hewan coba menunjukkan hasil yang sangat impresif.
Pemberian ekstrak etanol buah Kuweni pasca-paparan radiasi (post-treatment) secara konsisten menunjukkan efikasi pertahanan seluler yang luar biasa.
Melalui analisis jalur (path analysis), ditemukan mekanisme perlindungan ganda (dual-pathway) yang belum pernah diungkap pada penelitian sebelumnya.
Di dalam sirkulasi darah (serum), ekstrak Kuweni bekerja dominan menghalau stres oksidatif.
Sedangkan di dalam jaringan hati (hepar), ekstrak ini bertindak sebagai antiinflamasi kuat yang menekan peradangan akut.
Kombinasi perlindungan ini terbukti mampu memotong rantai kerusakan dan melindungi integritas genomik sel tubuh dari risiko kanker jangka panjang.
Keberhasilan riset ini mendapat apresiasi dari para promotor dan tim penguji.
Hasil temuan ini dinilai memiliki implikasi klinis jangka panjang yang sangat strategis.
Ke depan, penelitian translasional akan terus didorong agar ekstrak buah Kuweni ini dapat dikembangkan menjadi sediaan praktis, seperti kapsul fitofarmaka atau minuman fungsional.
Produk herbal tersebut diproyeksikan menjadi suplemen wajib harian bagi para pekerja radiasi.
Mulai dari dokter spesialis radiologi, dokter-dokter yang bekerja di bawah alat-alat pengion, radiografer, hingga perawat.
Hal itu sebagai upaya perlindungan kesehatan kerja yang aman, murah, dan berbasis kearifan lokal Kalimantan.
(AOL)