TRIBUNJAMBI.COM - Profil Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero) yang minta maaf usai blackout di sebagian Sumatera.
Pemadaman listrik massal ini terjadi pada Jumat (22/5/2026).
Sebagian wilayah Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh mengalami listrik pada sejak pukul 18.44 WIB.
Darmawan Prasodjo mengungkapkan indikasi awal penyebab terjadinya gangguan sistem kelistrikan yang mengakibatkan listrik padam.
Menurutnya, gangguan sistem kelistrikan tersebut terindikasi berawal dari gangguan cuaca di Jambi yang mengakibatkan gangguan sistem.
“Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca, sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut,” ungkapnya dalam konferensi pers pada Sabtu (23/5/2026) pagi.
Baca juga: Gangguan Cuaca di Jambi Jadi Penyebab Listrik Padam di Sebagian Sumatera
Baca juga: Perhiasan di Jambi Diprediksi Rp8,650 Juta per Mayam, 23/5/2026 Emas Antam Turun Rp2.773.000
Darmawan Prasodjo ditetapkan menjadi Direktur PT PLN (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN yang berlangsung pada Kamis (14/11/2024).
Putusan pengangkatan Darmawan pun tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-270/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Dalam beleid disebutkan bahwa masa jabatan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama berakhir pada 23 Desember 2024.
Namun, kembali diangkat menjabat posisi yang sama pada periode kedua.
Sosok Darmawan Prasodjo sendiri sebenarnya bukan wajah baru di PLN.
Ia sebelumnya merupakan wakil direktur utama saat Zulkifli Zaini masih menjabat periode 2019-2021.
Erick Thohir yang saat ini merupakan Menteri BUMN, mengganti Zulkifli Zaini dengan Darmawan Prasodjo pada 6 Desember 2021.
Dikutip dari laman resmi PLN, Darmawan Prasodjo lahir di Magelang pada 19 Oktober 1970.
Ia meraih gelar Bachelor of Computer Science dari Texas A&M University pada tahun 1994, Master of Computer Science dari Texas A&M University pada tahun 2000.
Ia lalu menyelesaikan gelar Doktor Ekonomi Terapan, Ekonomi Sumber daya alam di Texas A&M University kolaborasi dengan Duke University tahun 2011.
Sempat berkarier di luar negeri, ia kemudian pulang ke Indonesia.
Beberapa profesi sempat dilakoninaya di Indonesia.
Ia sempat mengepalai Center for Green Economy dan Kepala Jurusan di Prodi Green Economy di Surya University tahun 2012-2013.
Jabatan lainnya yakni Presiden Komisaris Amesti Energi Nusantara tahun 2013–2014.
Pada 2014, Darmawan Prasodjo juga sempat berkiprah di partai politik.
Baca juga: Nekat Terjun dari Jembatan, Remaja di Merangin Jambi Hanyut di Sungai
Ia menjadi kader PDI-P dan mendaftar sebagai calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada pemilu legislatif tahun 2014.
Dapil V meliputi wilayah karesidenan Solo yang meliputi wilayah Solo, Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali.
Namun, Darmawan Prasodjo gagal lolos ke DPR karena kalah suara, salah satunya dari Puan Maharani.
Masuk ke lingkaran PDI-P, ia kemudian menjadi tim pendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-JK.
ia kemudian menjadi tim pendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-JK.
Tugasnya adalah menjadi tim ahli pasangan Jokowi-JK yang bertugas memberikan masukan saat debat capres-cawapres pada Pilpres 2014.
Ia juga pernah masuk sebagai pejabat di lingkaran Istana.
Darmawan Prasodjo pernah menjabat sebagai Deputi I Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Kantor Staf Presiden tahun 2015-2019.
Ia diangkat oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang ketika itu menjadi Kepala KSP. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Pemprov Jambi Tunda Ajukan Formasi Baru CPNS, Fokus Honor Jadi PPPK
Baca juga: Update Padamnya Listrik di Jambi, Sungai Duren Padam, Simpang Rimbo Menyala