Alasan Van Gastel Perpanjang Kontrak Bersama PSIM Yogyakarta: Klub Ini Punya 'Jiwa'
Muhammad Fatoni May 23, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, resmi memperpanjang kontraknya untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027.

Merespons keputusan tersebut, Van Gastel mengaku sangat bersyukur bisa melanjutkan karier bersama Laskar Mataram. 

Pelatih asal Belanda itu menilai PSIM Yogyakarta memiliki atmosfer dan karakter klub yang membuat dirinya nyaman bertahan di Yogyakarta.

“Saya pikir klub ini memiliki jiwa. Saya juga menyukai kehidupan saya di luar sepak bola. Jogja benar-benar kota indah untuk ditinggali. Semua paket lengkap ini membuat saya ingin bertahan setidaknya satu tahun lagi,” ungkap Van Gastel, Sabtu (23/5/2026).

Van Gastel mengatakan keberhasilan memenuhi target bertahan di kasta tertinggi musim ini menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan musim depan.

Ia pun mulai memasang target agar PSIM Yogyakarta mampu tampil lebih kompetitif di papan atas klasemen.

“Pada musim hampir selesai ini, target awal kami adalah terhindar dari jurang degradasi. Hasil tersebut menjadi pijakan awal bagus. Musim depan, saya ingin tim tampil lebih kompetitif. Kami akan menyusun komposisi pemain terbaik agar mampu bersaing di papan atas klasemen,” tegasnya.

Selain itu, Van Gastel berharap dukungan suporter musim depan semakin besar.

Menurutnya, kehadiran penonton di stadion akan memberi energi tambahan bagi para pemain saat bertanding.

“Saya menikmati pengalaman musim ini, sehingga saya memiliki kebahagiaan dan energi sama seperti musim lalu. Jadi, saya sangat penuh harapan,” katanya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Resmi Perpanjang Kontrak Van Gastel, Singgung Prestasi Arteta Bersama Arsenal

Pertimbangan Manajemen

Sementara itu, General Manager PSIM Yogyakarta, Steven Sunny, menyebut keputusan memperpanjang kontrak Van Gastel diambil setelah manajemen melihat perkembangan performa tim serta kesesuaian visi permainan klub.

“Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. Yang terpenting, tim ini konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim,” ujarnya.

Steven menilai proses membangun tim kuat membutuhkan waktu dan konsistensi.

Ia bahkan menyinggung perjalanan Arsenal bersama Mikel Arteta sebagai contoh pentingnya membangun fondasi klub secara bertahap.

“Kami belajar dari banyak klub luar negeri, seperti Arsenal bersama Mikel Arteta, bahwa kesuksesan membutuhkan waktu, proses, dan fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan utama,” tuturnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.