TRIBUNNEWS.COM - Erling Haaland, sosok predator maut andalan klub Manchester City, yang siap mengguncang Piala Dunia 2026 bersama Timnas Norwegia.
Setelah 28 tahun absen di Piala Dunia, Norwegia akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer turnamen ini pada edisi 2026.
Norwegia lolos secara gagah ke Piala Dunia lewat jalur kualifikasi, mengalahkan tim sekelas Italia yang sudah juara empat kali.
Dilansir laman FIFA, Norwegia bahkan menjadi salah satu negara dari empat tim yang lolos ke Piala Dunia 2026 dengan cara sempurna.
Selama babak kualifikasi, Norwegia berhasil menyapu bersih delapan laga dengan kemenangan, termasuk raihan tiga poin melawan Italia (2x).
Tak hanya menang saja, Norwegia juga tampil ganas di lini depan, dengan menciptakan total 37 gol dari delapan laga saja.
Berbekal performa impresif tersebut, Norwegia jelas menajdi salah satu tim kuda hitam yang layak disorot di Piala Dunia 2026.
Kali ini, Norwegia sedang berada dalam situasi yang tepat, untuk bisa berbicara banyak di Piala Dunia keempatnya dalam sejarah.
Dikatakan tepat, karena Norwegia punya generasi emas yang bisa membuat mereka disegani di mata sepak bola dunia.
Tak terkecuali di Piala Dunia 2026.
Dan salah satu pemain yang layak dijadikan andalan Norwegia ialah Erling Braut Haaland.
Selain Haaland, Norwegia sebenarnya juga punya banyak talenta luar biasa di skuadnya kali ini.
Sebut saja ada Martin Odegaard yang bertindak sebagai playmaker sekaligus kapten utama Arsenal dan Norwegia.
Lalu, ada pula Alexander Sorloth (Atletico Madrid), Jorgen Strand Larsen (Crystal Palace), Oscar Bobb (Fulham), Jens Petter Hauge (Bodo/Glimt) hingga Orjand Nyland (Sevilla).
Hanya saja, dari sekian nama pemain tersebut, Haaland tetap layak jadi sorotan utama.
Apalagi jika melihat ketajamannya di kotak penalti lawan, Haaland bisa saja dijagokan sebagai kandidat top skor, tergantung sejauh mana Norwegia akan melaju di Piala Dunia 2026.
Meskipun punya fisik yang tangguh dan terlihat sangat dewasa, Haaland diketahui masih berusia cukup muda yakni 25 tahun.
Sekalipun usianya masih muda, perjalanan karier Haaland tergolong sudah luar biasa.
Memulai perjalanan karier bersama salah satu akademi klub Norwegia, Bryne FK pada tahun 2015.
Haaland pindah ke Molde yang punya nama lebih besar di sepak bola Norwegia, dua tahun berselang.
Di klub tersebut, nama Haaland mulai diperbincangkan di negaranya sendiri.
Dengan fisik yang menjulang tinggi di usia yang sangat muda, membuat Haaland bak monster bagi lawan-lawannya.
Selama dua musim memperkuat Molde, Haaland setidaknya mampu mencetak 20 gol dan 7 assist.
Catatan yang tidak terlalu mengecewakan bagi Haaland yang sedang berjuang merintis karier di negaranya sendiri.
Setelahnya, Haaland pindah ke klub RB Salzburg, disinilah namanya kian bersinar dan dikenal banyak orang.
Terutama setelah pemain Norwegia itu tampil elit saat RB Salzburg mampu merepotkan Liverpool yang dilatih Jurgen Klopp di Liga Champions.
Meski hanya bertahan semusim di RB Salzburg, produktifitas Haaland lumayan elit yakni mencetak mencetak 29 gol dan 7 assist.
Performa apiknya di RB Salzburg itulah yang nampaknya membuat Dortmund terpincut untuk memboyongnya.
Tepat pada bursa transfer musim dingin di awal Januari 2020, Dortmund secara mengejutkan mampu merekrut Haaland.
Keputusan Dortmund memboyong Haaland ke Signal Iduna Park, terbukti ampuh, karena ia tampil bak predator buas di kotak penalti lawan.
Catatan 86 gol dan 23 assist dari 89 pertandingan selama dua musim menjadi statistik gila Haaland di klub tersebut.
Puncak dari performa Haaland ialah saat ia memutuskan bergabung ke Manchester City, yang dilatih Pep Guardiola.
Sejak kedatangannya ke Manchester City, Haaland menjelma sebagai penyerang tajam, yang kualitasnya tidak bisa diremehkan.
Kegilaannya dalam urusan mencetak gol, membuat tim yang diperkuat Haaland meraih kejayaan besar setiap musimnya.
Pada musim pertama di Manchester City, Haaland bahkan langsung menjadi kunci The Citizens meraih treble winners.
Tak cukup sampai disitu, ia memecahkan berbagai rekor bersejarah, hingga langsung menyabet top skor Liga Inggris.
Baca juga: Lesunya Erling Haaland Bersandar di Tiang Gawang saat Man City Rayakan Juara Piala FA
Kini, setelah empat tahun memperkuat Manchester City, Haaland hampir sudah memenangkan semua gelar di Manchester City.
Statistik Haaland bersama Manchester City pun tergolong gila, ia mampu menciptakan total 162 gol dan 30 assist dari 198 pertandingan.
Alhasil, jika ditotal, rekening gol Haaland sudah menyentuh 299 gol dari 385 laga, tepat di kala usianya masih 25 tahun.
Sebuah catatan luar biasa bagi sosok Haaland di level klub.
Sementara di level timnas, sejak debut pada tanggal 5 September 2019 lalu, rekening gol Haaland sudah naik tajam.
Dari 49 laga yang ia mainkan bersama Norwegia, Haaland sudah menghasilkan total 55 gol sampai sekarang.
Ketajaman Haaland yang tidak menurun baik di level klub dan timnas, seakan menjadi bukti elit kualitas yang ia miliki sebagai salah satu penyerang nomor sembilan terbaik dunia pada saat ini.
Tak salah, jika Norwegia berharap banyak terhadap Haaland saat bersaing dengan Prancis, Senegal dan Irak di Grup I Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)