TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, Gramedia Maumere menyelenggarakan lomba mewarnai bertajuk "Menenun Masa Depan".
Kegiatan yang melibatkan anak-anak dari tingkat PAUD, TK, hingga SD kelas 3 ini akan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di area Gramedia Maumere, Jalan Kesehatan, Beru, Sikka, NTT.
Graciela Audree Goni, siswi kelas 3 SDK Maria Ferari Maumere, berhasil meraih juara satu lomba mewarnai kategori SD. Ia senang karena bisa membuhkan warna pilihan pada kertas gambar yang disediakan penyelenggara.
Siswi yang senang dengan dunia seni lukis ini, mengaku bangga bisa membawa piala. Selain itu, sebagai sang juara, ia mendapat hadiah uang tunai dan goodie bag Maumere.
Baca juga: Gramedia Maumere Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SDN Rutojawa Ngada
Sementara itu, Lidia, ibu dari Graciela Audree Goni mengaku bangga karena putrinya berani untuk mengikuti lomba ini. Baginya juara dan tidak bukan menjadi tolak ukur memberikan apresiasi kepada anaknya.
Lidia juga mengucapkan terima kasih kepada Gramedia Maumere yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengasah bakat mereka.
"Terima kasih kepada Gramedia, ini kegiatan yang baik. Untuk lomba anak SD sangat baik, tapi untuk TK/PAUD mungkin ke depannya perlu ketegasan dari penyelenggara agar orang tua tidak ikut campur saat anak-anak lomba,"pungkasnya.
Store Manager Gramedia Maumere, Tony Albertus Sinaga, menjelaskan bahwa tema "Menenun Masa Depan" diangkat untuk menanamkan kecintaan terhadap aset lokal, khususnya tenun ikat, sejak dini. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menjadi ruang pendidikan luar kelas yang mampu mengasah motorik dan literasi visual anak-anak.
"Melalui lomba ini, kami ingin menyadarkan anak-anak di Kabupaten Sikka dan Flores Timur bahwa tenun adalah aset lokal utama yang harus kita kembangkan dan cintai bersama. Kami berharap semangat kebangkitan ini menjadi momentum bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka," ujar Tony sehari seblum kegiatan ini.
Baca juga: Perkaya Koleksi Perpustakaan Daerah Frans Seda, Dinas Sarpus Sikka Jalin Kerja Sama Gramedia
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 200 peserta yang mendaftar. Tony mengungkapkan rasa bangganya karena jangkauan peserta kali ini lebih luas, mencakup wilayah di luar kota Maumere seperti Talibura, Magepanda, Koting, hingga Bloro.
Panitia menyediakan kertas gambar khusus bagi para peserta, sementara peserta diwajibkan membawa peralatan sendiri berupa krayon dan meja gambar. Penggunaan cat air atau cat minyak dilarang untuk menjaga kualitas hasil karya di atas kertas.
Bertindak sebagai juri dalam perlombaan ini adalah seorang arsitek dan praktisi desain grafis, Defos . Ia menegaskan bahwa poin penilaian utama bukan sekadar hasil akhir, melainkan kreativitas, komposisi warna, kerapian, dan kemampuan anak dalam menempatkan objek sesuai dengan tema yang diberikan.
"Saya ingin melihat kreativitas anak-anak dan bagaimana mereka berani menuangkan ide. Ini adalah langkah awal. Dari mewarnai, mereka bisa belajar seni lebih jauh ke depannya," kata Davos.
Selain perlombaan, pihak Gramedia juga menyiapkan sesi icebreaking berupa unjuk bakat seperti storytelling, pembacaan puisi, hingga menyanyi bagi peserta yang berani tampil, dengan berbagai hadiah menarik.
Gramedia Maumere berkomitmen untuk terus hadir sebagai wadah kreasi bagi generasi muda di Flores. Selain lomba mewarnai, Gramedia ke depannya berencana mengadakan kegiatan literasi dan seni lainnya, seperti lomba melukis, storytelling, hingga kompetisi ranking 1 untuk mendukung pengembangan bakat anak-anak Flores secara berkelanjutan.
Untuk mendukung kebutuhan pendidikan, Gramedia juga menawarkan berbagai promo spesial selama masa kegiatan ini, mulai dari diskon tas sekolah, potongan harga buku, hingga promo khusus bagi member.