TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Satu dari tiga korban yang diduga keracunan asap genset di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah, merupakan santri di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Diniyah Pandai Sikek.
Sebelumnya diketahui, tiga orang pemuda diduga menjadi korban keracunan asap genset saat listrik padam massal, Jumat (22/5/2026) malam.
Diketahui dua orang korban berusia 15 tahun yang berstatus sebagai pelajar dilaporkan meninggal dunia, yaitu Haikal Arya Kamil dan Gibran Arrasyid.
Kedua korban diketahui berdomisili di Jorong Tanjuang, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.
Untuk korban yang masih dirawat bernama Burhanuddin Hakim (16).
Baca juga: Terungkap! Satu Korban Meninggal Akibat Asap Genset di X Koto Santri MTs Diniyah Pandai Sikek
Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna, membenarkan satu dari tiga korban diduga keracunan asap genset merupakan santri dari MTs Diniyah Pandai Sikek.
"Iya betul, satu dari tiga korban merupakan santri kami atas nama Haikal Arya Kamil," ucapnya saat memberikan keterangan.
Sedangkan korban bernama Gibran dilaporkan santri dari pondok pesantren di kawasan Koto Tinggi dan Burhanuddin Halim merupakan pelajar MAN di kawasan Koto Baru Padang Panjang.
Ia menyebut, pihaknya mengetahui informasi meninggalnya Haikal dari para guru yang kebetulan melihat rumah korban tengah ramai.
Kata dia, kebetulan lokasi rumah korban berdekatan dengan MTs Diniyah Pandai Sikek, sehingga informasi ini cepat menyebar dan dibagikan di grup Whatsaapp sekolah.
"Informasi ini mulai di share oleh guru di grup WhatsApp sekolah sekitar pukul 06.37 WIB, rumah korban lokasinya dekat dengan sekolah," pungkasnya.
Baca juga: Kronologi 2 Pelajar Tewas Keracunan Asap Genset saat Listrik Padam Massal di Tanah Datar
Usai kejadian tersebut, pihak MTs Diniyah Pandai Sikek mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya santri mereka.
Ia menuturkan bahwa usai mendapatkan informasi, pihak MTs langsung melayat ke lokasi hingga mengantarkan ke peristirahatan terakhir.
"Korban sudah disemayamkan, kurang lebih sebelum salat Zuhur tadi," tambahnya.
Informasi yang diperoleh pihak MTs, saat ditemukan, mulut kedua korban atas nama Haikal dan Gibran berbusa.
Sedangkan Hakim masih bernafas, namun dalam kondisi kritis. Nailil menjelaskan, ketiga korban sempat dibawa ke bidan terdekat.
"Bidan desa dipanggil ke lokasi, karena lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Habis diperiksa bidan desa, dinyatakan satu orang masih bernafas, lalu dibawa ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang," sebutnya.
Di rumah sakit itulah, korban Haikal dan Gibran dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu lagi atas nama Hakim masih menjalani perawatan.
"Itu informasi yang kita dapatkan, karena dua orang ini meninggal setelah dibawa ke RS Yarsi Padang Panjang, namun memang sempat diperiksa bidan desa," tuturnya.
Nailil mengatakan santrinya bernama Haikal tinggal di rumah orang tua, dan tidak di asrama sekolah.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Pasaman Wafat di Makkah, Berangkat Seorang Diri dan Keluhkan Nyeri Ulu Hati
Karena lokasi rumah dan MTs berdekatan, hanya berjarak beberapa meter dan dipisahkan oleh jalan.
"Dia tinggal di rumah orang tua, bukan asrama," sebutnya.
Ketiga korban yang diduga keracunan asap genset saat pemadaman listrik massal tersebut merupakan sahabat dekat.
Haikal dan Gibran merupakan santri yang sama di Rumah Tahfiz Surau Dakwah. Kata dia, pagi harinya mereka sekolah di pondok pesantren masing-masing.
Sedangkan sore harinya mereka memperdalan bacaan Al Quran di Rumah Tahfiz Surau Dakwah.
"Mereka jadi santri di Surau Dakwah, pagi di sekolah, sore belajar alquran di sana. Kalau lokasinya berdekatan juga dengan Mts Pandai Sikek," pungkasnya.(*)