Kepala BKN Puji Menag Nasaruddin, Rektor UIN Ar-Raniry: Perkuat Substansi Buku Teladan Sang Menteri
Saifullah May 23, 2026 09:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman menyatakan, bahwa pujian Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh terhadap kepemimpinan Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar memperkuat substansi buku ‘Teladan Sang Menteri’ yang ditulis akademisi UIN Ar-Raniry.

“Penilaian Kepala BKN memperkuat apa yang kami tuliskan dalam buku ‘Teladan Sang Menteri’, bahwa Prof Nasaruddin Umar bukan hanya seorang pejabat negara, tetapi figur pemimpin yang menghadirkan nilai moral, intelektualitas, dan spiritualitas dalam kepemimpinan birokrasi,” ujar Mujiburrahman, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan, buku tersebut lahir dari pembacaan akademik terhadap rekam jejak, gagasan, dan kepemimpinan Nasaruddin Umar sebagai ulama, intelektual, sekaligus negarawan yang konsisten mengedepankan moderasi, kemanusiaan, dan etika pelayanan publik.

Menurutnya, figur kepemimpinan seperti Nasaruddin Umar menjadi penting di tengah tantangan birokrasi modern yang membutuhkan keseimbangan antara profesionalisme, integritas, dan nilai kemanusiaan.

“Keteladanan pemimpin memiliki pengaruh besar dalam membentuk budaya kerja ASN. Apa yang disampaikan Kepala BKN menunjukkan bahwa kepemimpinan Menteri Agama memang dirasakan langsung sebagai inspirasi di lingkungan birokrasi nasional,” katanya.

Baca juga: Menag Lantik 16.138 ASN Se-Indonesia, 68 PNS Bertugas di Kankemenag Abdya

Pujian untuk Menag

Sebelumnya, Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh memuji kepemimpinan Nasaruddin Umar yang dinilai berhasil menghadirkan keteladanan moral, integritas, dan budaya birokrasi humanis di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pernyataan itu disampaikan Zudan saat menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia yang digelar serentak secara nasional pada Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya di hadapan ribuan ASN baru, Zudan menyebut kalau Nasaruddin Umar sebagai figur birokrat yang mampu memadukan profesionalisme kerja dengan nilai spiritualitas, etika, dan kemanusiaan.

“Beliau adalah figur aparatur birokrat yang luar biasa. Jika ingin melihat contoh pemimpin yang bekerja dengan totalitas dan menghasilkan capaian besar, lihatlah Bapak Menteri Agama,” katanya.

Menurut dia, rekam jejak Nasaruddin Umar sebagai akademisi, birokrat, hingga kini menjabat Menteri Agama, menunjukkan bahwa kepemimpinan ASN tidak hanya ditentukan kemampuan administratif, tetapi juga integritas dan keteladanan moral.

Zudan mengatakan, di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi dan tantangan era digital, ASN membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjaga nilai etika sekaligus mendorong transformasi birokrasi.

Ia menilai, pesan-pesan Menteri Agama terkait amanah, menjaga marwah institusi, serta penghormatan terhadap perjuangan orang tua menjadi penguatan moral yang relevan bagi ASN saat ini.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Deklarasikan Kampus Anti Kekerasan Seksual, Rektor: Jangan Takut Melapor

“ASN tidak hanya dituntut profesional dan kompeten, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Dalam agenda tersebut, Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar memimpin langsung pelantikan 16.138 PNS Formasi Tahun 2024 secara luring dan daring dari Auditorium HM Rasjidi, Jakarta.

Pelantikan diikuti ASN dari berbagai satuan kerja Kementerian Agama Republik Indonesia di seluruh Indonesia.

Kepada ASN baru, Nasaruddin menegaskan, bahwa tantangan utama aparatur negara dimulai setelah proses pelantikan.

Ia meminta ASN menjaga integritas, profesionalitas, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Berpuluh-puluh tahun ke depan Saudara akan menjalankan tugas dan meniti karier sebagai abdi negara. Siapkan mental dan tekad yang kuat untuk menjalaninya,” ujar Nasaruddin.

Menag juga menekankan pentingnya karakter ASN yang mampu menguasai teknologi sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang humanis.

Baca juga: Seleksi CPNS 2026 di Kementerian Pertanian, Benarkah Ada Dibuka? BKN Beri Penjelasan

Ia menyoroti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam birokrasi, namun tetap menempatkan integritas dan kemampuan berpikir kritis sebagai fondasi utama pelayanan publik.

Selain itu, Nasaruddin meminta ASN Kementerian Agama menanamkan karakter ISTIQAMAH, yakni Ikhlas, Sabar, Tawadu’, Ikhsan, Qanaah, Amanah, Mukmin, Akhlak, dan Hikmah.

Di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, prosesi pelantikan digelar di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat dan diikuti 53 ASN baru yang terdiri atas 34 dosen dan 19 tenaga kependidikan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.