Sumatera Blackout, Inilah Daftar Wilayah Dilanda Pemadaman Listrik Berjam-jam, PLN Ungkap Penyebab
Rusaidah May 23, 2026 09:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Sejumlah wilayah di bagian utara dilanda pemadaman listrik massal atau blackout sejak Jumat (22/5/2026) malam hingga Sabtu (23/5/2026).

Tak hanya terjadi di satu atau dua daerah, blackout ini membuat banyak wilayah mengalami kegelapan secara bersamaan sehingga aktivitas warga ikut terganggu.

Gangguan sistem kelistrikan tersebut berdampak luas dan dirasakan masyarakat di berbagai provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Sumatera Barat.

Baca juga: Hilang 15 Mei, Kondisi Jenazah Kakek Firdaus Jemaah Haji Ditemukan Meninggal, Gelang Identitas Utuh

Di sejumlah daerah, masyarakat mengeluhkan lumpuhnya aktivitas rumah tangga, usaha, hingga layanan umum akibat listrik yang tak kunjung menyala.

Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Aceh. Di wilayah tersebut, pemadaman listrik berlangsung lebih dari 10 jam.

Akibatnya, aktivitas masyarakat di malam hingga pagi hari nyaris lumpuh total.

Warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena pasokan listrik terhenti dalam waktu cukup lama.

Pemadaman massal ini pun menjadi perhatian publik karena cakupan wilayah terdampaknya sangat luas dan melibatkan beberapa provinsi sekaligus di Pulau Sumatera.

Hingga Sabtu (23/5/2026), proses pemulihan sistem kelistrikan masih terus dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah terdampak.

17 Gardu Induk Sudah Pulih

PT PLN (Persero) menyebut gangguan dipicu masalah pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi akibat cuaca ekstrem.

Token Listrik
Token listrik. (infokomputer.grid.id)

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap.

“PLN terus berupaya melakukan penormalan kelistrikan pascagangguan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan sebagian wilayah Sumatra terdampak,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: Curiga Tak Ada Laporan Pagi, Awal Mula Kasus Pencurian 538 Balok Timah PT PMP, 5 Satpam Disekap 

Hingga pukul 05.00 WIB, sebanyak 17 dari total 21 gardu induk terdampak di Aceh telah berhasil dipulihkan.

Meski demikian, pemadaman berkepanjangan sempat membuat warga kesulitan beraktivitas.

Sejumlah rumah gelap total, jaringan internet terganggu, hingga aktivitas usaha terhambat akibat listrik belum kunjung normal.

Medan dan Sekitarnya Masih Gelap

Di Medan, pemadaman masih terjadi di sejumlah kawasan hingga Sabtu pagi.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, mengatakan hingga pukul 07.00 WIB sebanyak 173 penyulang dari total 540 penyulang terdampak telah dipulihkan.

Namun, banyak wilayah masih mengalami gangguan listrik, di antaranya:

Medan Teladan
Medan Baru
Tembung Pasar 3 hingga Pasar 7
Medan Sunggal
Medan Marelan
Medan Deli
Jalan Sei Padang
Sebagian Medan Petisah
Medan Amplas
Medan Area
Medan Halat

Selain Kota Medan, pemadaman juga dirasakan di kawasan Perbaungan dan sekitarnya.
Warga mulai mengeluhkan kesulitan air bersih karena pompa air rumah tangga tidak dapat digunakan akibat listrik padam.

“Iya sudah mulai kehabisan air. Karena hampir setiap rumah di sini pakai sanyo,” ujar Lili, warga Medan Halat.

Warga Kesal Riau Blackout Lagi

Di Riau, listrik yang sempat menyala setelah blackout Jumat malam kembali padam pada Sabtu dini hari.

Baca juga: Petani Menjerit, Tiga Hari Harga TBS Sawit Terjun Bebas di Babel, Dari Rp3.080/Kg Anjlok Rp2.250/Kg

Warga mengaku frustrasi karena pemadaman terjadi berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Pas bangun jam lima subuh terasa panas, lampu mati lagi. Saya kira token habis, ternyata listrik padam,” kata Yanti (37), warga Kabupaten Kampar.

Selain aktivitas rumah tangga terganggu, dagangan warga juga terancam rusak akibat lemari pendingin tidak berfungsi.

“Es krim sudah mulai mencair, makanya saya tutup pakai kardus. Kulkas juga sudah keluar air,” keluhnya.

Gangguan jaringan internet dan komunikasi juga mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pekanbaru.

175 Penyulang di Sumbar Masih Padam

Sementara itu di Sumatera Barat, PLN menyebut seluruh gardu induk sudah kembali menyala.

Namun, hingga Sabtu pagi masih ada 175 penyulang listrik yang belum pulih dari total 394 penyulang.

General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, mengatakan sekitar 40 persen wilayah Sumbar masih belum mendapatkan pasokan listrik maksimal.

Wilayah terdampak tersebar di:

Kota Padang
Padang Pariaman
Pesisir Selatan
Tanah Datar
Pasaman
Pasaman Barat
Lima Puluh Kota
Payakumbuh
Padang Panjang
Solok
Solok Selatan
Sijunjung
Dharmasraya

Blackout juga menyebabkan lampu lalu lintas mati total di sejumlah persimpangan di Padang sehingga arus kendaraan sempat semrawut.

Sejumlah warga bersama polisi turun langsung mengatur lalu lintas secara sukarela demi menghindari kemacetan dan kecelakaan.

Dirut PLN Ungkap Penyebab

Direktur Utama Darmawan Prasodjo mengungkapkan indikasi awal blackout massal di Sumatera berasal dari gangguan cuaca ekstrem di jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan fokus utama PLN pascagangguan adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.
KONFERENSI PERS -- Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5/2026) mengatakan fokus utama PLN pascagangguan adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap. (Dokumentasi PT PLN)

Gangguan tersebut membuat sistem transmisi keluar dari jaringan utama dan memicu efek domino pada pembangkit listrik di berbagai daerah.

Baca juga: Nasib 3 Oknum Polda Babel Terseret Pencurian 538 Balok Timah PT PMP, Terendus Kawal Mobil Bawa BB

Akibatnya terjadi ketidakseimbangan suplai dan beban listrik, sehingga sejumlah pembangkit otomatis lepas dari sistem untuk melindungi peralatan.

“Dan ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatera. Kami betul-betul memahami bahwa listrik adalah kebutuhan utama masyarakat,” kata Darmawan.

PLN mengklaim proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah terdampak kembali normal sepenuhnya.

Waktu Lebih Panjang Pemulihan

Di sisi lain, pemulihan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih panjang.

Pasalnya, terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus dilakukan secara bertahap sebelum listrik kembali disalurkan ke masyarakat.

Menurut Darmawan, petugas perlu memanaskan air terlebih dahulu sebelum PLTU dapat beroperasi normal.

Selain itu, proses penyalaan mesin juga dilakukan satu per satu untuk memastikan sistem berjalan aman dan stabil.

“Kemudian harus kami sambungkan dan kami sinkronkan, dan ini membutuhkan waktu,” ujar Darmawan.

Adapun pembangkit-pembangkit listrik di Sumatera itu padam karena terkena efek domino dari kerusakan transmisi di wilayah Jambi.

Gangguan membuat transmisi terputus, mengakibatkan sejumlah daerah mengalami over supply hingga kenaikan frekuensi dan tegangan listrik.

“Pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem, atau kalau dalam istilahnya di dari publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam,” tutur Darmawan.

Saat ini, PLN telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memulihkan kembali jaringan listrik di Sumatera.

PLTA dan PLTG Dihidupkan

PLN menghidupkan kembali PLTA dan PLTG secara sistematis sehingga jaringan listrik sejumlah daerah di Sumatera kembali tersambung.

“Sebagian sistem di Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian utara, baik Sumatera Utara maupun Aceh, mulai dari tadinya padam total, mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala,” ucap darmawan.

Baca juga: Parkir Berlangganan Meluncur Bulan Depan di Pangkalpinang, Disebut Wali Kota Lebih Hemat

Sementara itu, kondisi sejumlah PLTU batu bara masih membutuhkan persiapan untuk bisa dinyalakan kembali.

“Kami masih membutuhkan waktu untuk memulihkan agar seluruh pembangkit bisa menyala, bisa menyambung, dan bisa sinkron dengan sistem ketenagalistrikan di Sumatera bagian selatan, tengah, maupun Sumatera bagian utara,” tuturnya.

Sebelumnya, sebagian besar wilayah Sumatera mengalami mati listrik pada Jumat malam.

Jaringan listrik terputus disebut terjadi sejak pukul 18.44 WIB.

Menghadapi situasi ini, PLN kemudian menerjunkan seluruh timnya untuk memulihkan kembali jaringan listrik Sumatera.

(Tribunnews.com/Tribun Padang/Serambinews/Tribun Medan/Tribun Pekanbaru/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.