TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menegaskan transformasi pendidikan digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari perguruan tinggi di era generasi Alfa.
Hal itu disampaikan sejalan dengan peluncuran Dinusverse, platform pembelajaran berbasis virtual world dan immersive learning yang dikembangkan Udinus.
Adapun Roblox menjadi langkah Udinus menyiapkan mahasiswa menghadapi ekosistem industri kreatif digital global.
Menurut Prof Pulung, Dinusverse bukan sekadar game kampus digital, melainkan bentuk new generation learning experience platform yang dirancang agar proses belajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan karakter mahasiswa masa depan.
“Sekarang target mahasiswa lima tahun ke depan itu bukan lagi generasi Z, tapi generasi Alfa. Mereka itu suka eksplorasi dan pengalaman yang interaktif. Karena itu pembelajaran juga harus berubah mengikuti karakter mereka,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, konsep Dinusverse dibangun melalui kolaborasi lintas disiplin antara program studi DKV, animasi, teknologi informasi, hingga TVKU.
Platform tersebut memungkinkan mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas kampus dalam dunia virtual, mulai dari perkuliahan, absensi, hingga sistem penghargaan.
Baca juga: Berada di Lereng Gunung Prau, Dinkop UKM Jateng Dorong Koperasi Di Atas Awan Kendal Jadi Destinasi
“Game itu tidak hanya untuk bermain. Sekarang game bisa menjadi sarana edukasi yang sangat efektif. Ketika pembelajaran dibungkus dengan pendekatan game, mahasiswa merasa lebih fun dan lebih mudah terlibat,” katanya.
“Yang kami bangun ini bukan sekadar game kampus. Dinusverse adalah next generation learning experience platform berbasis virtual world yang memanfaatkan platform game seperti Roblox untuk pembelajaran,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, Udinus juga memasukkan berbagai teknologi digital terbaru, termasuk blockchain dan NFT. Nantinya, penghargaan atau pencapaian mahasiswa di lingkungan virtual kampus akan diolah menjadi aset digital berbasis blockchain.
“Penghargaan mahasiswa nanti tidak berhenti hanya sertifikat biasa, tetapi akan kita olah menjadi NFT dan masuk ke blockchain. Jadi mahasiswa juga belajar tentang ekosistem teknologi masa depan,” jelasnya.
Saat ini Dinusverse masih berada dalam tahap beta launching.
Udinus membuka ruang evaluasi dan masukan dari mahasiswa maupun civitas akademika sebelum platform tersebut diterapkan secara penuh di seluruh program studi.
“Kami sengaja membuka ruang kritik dan saran. Dengan cepat mencoba, cepat salah, lalu cepat memperbaiki, hasil akhirnya akan jauh lebih baik,” ucap Prof Pulung.
Peluncuran Dinusverse sebelumnya dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, dalam kegiatan Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 di Semarang.
Baca juga: Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Irene mengapresiasi keberanian Udinus menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis game di tengah berbagai tantangan dan stigma terhadap industri game.
Irene menyebut langkah Udinus menjadi terobosan berani karena belum banyak perguruan tinggi yang masuk ke pengembangan pembelajaran berbasis platform game seperti Roblox.
“Pasar ekonomi kreatif itu bukan hanya Indonesia, tetapi dunia. Di Roblox sendiri, sepanjang Maret 2024 sampai 2025 sudah menyalurkan 1 miliar dolar AS kepada kreator di seluruh dunia,” ujarnya.
“Tidak semua kampus berani melakukan ini. Tapi perubahan memang membutuhkan keberanian. Anak-anak Indonesia punya kreativitas luar biasa dan harus diarahkan agar menjadi kreator, bukan hanya pasar,” tandasnya.
Rakornas Asprodi DKV Indonesia 2026 sendiri dihadiri 76 program studi DKV dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi ruang kolaborasi pengembangan pendidikan kreatif berbasis teknologi digital. (arl)