TRIBUNNEWS.COM - Rotasi pemain besar-besaran yang dilakukan Inter Milan saat menjalani pekan terakhir Liga Italia, Sabtu (24/5/2026) malam, nyaris berbuah petaka.
Inter praktis hanya menurunkan beberapa pemain yang biasa menjadi starting eleven pada pertandingan yang digelar di stadion Renato Dall'ara ini.
Lautaro Martinez, Carlos Augusto, Federico Dimarco, dan Nicolo Barella menjadi pemain inti yang diturunkan di laga ini sejak awal.
Sisanya, pelatih Cristian Chivu memilih memainkan para penggawa yang jarang mendapatkan kesempatan bertanding.
Di sektor penyerangan, ia memberikan mandat kepada Lautaro untuk membimbing Pio Esposito yang dipasang sejak awal.
Baca juga: Pesta Scudetto Manis Inter Milan, Serba Pertama dari Dua Kepala
Posisi penjaga gawang kali ini diserahkan kepada Josep Martinez yang mencatatkan penampilan ke-11 bagi Nerazzurri musim ini.
Hasil dari skuad campuran ini sempat membuat Inter kelabakan.
Memang mereka unggul terlebih dahulu berkat gol dari Federico Dimarco di menit ke-22.
Namun Bologna menggelontorkan 3 gol sebagai balasannya.
Federico Bernardeschi, Tommaso Pobega, dan gol bunuh diri Piotr Zielinski menjadi jawabannya.
Beruntung Inter bisa mencetak gol dan akhirnya menyamakan kedudukan.
Pio Esposito dan Andy Diouf menjadi penyelamat dengan mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 3-3.
Keadaan ini sebenarnya tak berpengaruh banyak pada kedua tim.
Andai Inter kalah pun mereka tak akan kehilangan gelar Liga Italia yang sudah digenggam.
Sedangkan bagi Bologna, kemenangan hanya akan membuat mereka memangkas poin dari Atalanta yang duduk di pos terakhir kompetisi Eropa, yaitu peringkat ketujuh.
Namun dengan hanya mengantongi satu poin, Bologna pada akhirnya harus puas hanya mendapatkan 56 poin saja.
Mereka tertinggal 3 poin dari Atalanta yang mengakhiri liga dengan catatan 59 poin.
Inter, di sisi lain, menutup pertandingan mereka musim ini dengan raihan 87 poin dari 38 kali bertanding.
Nerazzurri resmi mencatatkan diri sebagai tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit di Serie A.
Mereka hanya menelan 5 kali kekalahan di sepanjang musim ini.
Produktivitas mereka barangkali yang susah ditandingi tim lain.
Inter total mencetak 89 gol di Liga Italia musim 2025/2026.
Jumlah tersebut unggul jauh dari Napoli yang duduk di peringkat kedua.
Untuk tim paling produktif kedua dipegang oleh Como.
Tim besutan Cesc Fabregas itu menggelontorkan 61 gol yang luar biasa.
Mereka lebih produktif dari tim mentereng lain, seperti AC Milan, AS Roma, dan Juventus.




















(Tribunnews.com/Guruh)