9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Disambut Haru Keluarga, Teriakan Free Palestine Pecah di Bandara
Amalia Husnul A May 25, 2026 07:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tiba di Tanah Air melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Pantauan Tribunnews di lokasi pada pukul 16.25 WIB, kesembilan WNI ini tampak didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono serta Direktur Jenderal Imigrasi Kemenimipas Hendarsam Marantoko, berjalan di lorong Bandara Soetta. 

Mengenakan pakaian kaus hitam dibalut kain sorban di leher, senyum tampak terpancar dari kesembilan WNI tersebut. 

Adapun, kesembilan WNI itu adalah Andi Angga, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo, Thoudy Badai, Bambang Noroyono, Herman Budianto, Ronggo Wirasanu, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.

Baca juga: Disiksa Tentara Israel, 9 WNI Jalani Visum di Turkiye Sebelum Kembali ke Indonesia

Mereka sempat ditahap oleh pihak Israel dalam misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Pihak keluarga dan kerabat para WNI ini pun terlihat turut menyambut kedatangan mereka. 

Teriakan ‘Free Palestine’ pun menggema di Terminal 3 Bandara Soetta.

Pelukan hangat hingga haru bahagia terlihat saat momen pertemuan tersebut. Senyum bahagian juga terpancar dari keluarga dan kerabat ketika menyambut para relawan kemanusiaan ini.

Para kerabat pun turut membentangkan sepanduk dukungan bertuliskan ‘Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan’, mengkibarkan bendera Palestina hingga membawa mawar merah.

Kecaman Menlu

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, kembali mengecam perlakuan terhadap aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawa misi kemanusiaan untuk Gaza.

Kecaman itu disampaikan Sugiono saat menyambut kembalinya sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat diintersep dan ditangkap oleh militer Israel.

Meski memberikan kecaman, tidak ada kata Israel yang diucapkan Sugiono.

"Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan, perlakuan yang diberikan kepada saudara-saudara kita, jelas suatu pelanggaran dari hukum internasional.

Mereka adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudaranya, saudara-saudara kita yang ada di Palestina."

"Dan kami juga menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei yang lalu, ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan," ungkap Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Singgung Solusi Dua Negara

Pada kesempatan itu, Sugiono mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin.

Mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Komisi I DPR RI, pihak GSF, hingga pihak Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Ia juga mengapresiasi seluruh aktivis dan jurnalis Indonesia yang tergabung dalam GSF 2.0.

"Seperti kita ketahui, bahwa perjuangan Palestina dan solusi dua negara yang kita harapkan sebagai solusi adalah merupakan bagian dari perjuangan dan politik luar negeri Indonesia."

"Dan saya kira saudara-saudara kita, rekan-rekan kita ini, memberikan upaya nyatanya dalam rangka mendukung perjuangan tersebut," ungkap Sugiono.

Baca juga: MUI Bongkar Fakta Pembebasan 9 WNI dari Israel: Tak Ada Andil Board of Peace Trump

(tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.