TRIBUNNEWS.COM - Statistik kunci Arsenal sehingga berhasil memenangkan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026.
Perjalanan Arsenal mengarungi kompetisi Liga Inggris musim ini berujung manis dengan gelar juara.
Konsistensi tim besutan Mikel Arteta sepanjang musim ini, memang membuat mereka layak dinobatkan sebagai juara Liga Inggris.
Meskipun sempat dihantui momen menegangkan saat jumlah poin mereka disamai oleh Manchester City pada pekan ke-33.
Arsenal akhirnya mampu membalikkan momentum, dan lebih konsisten meraih kemenangan hingga bisa menjadi juara akhir musim ini.
Kemenangan atas Crystal Palace dengan skor 1-2 di pekan terakhir yang berlangsung di Selhurst Park, Minggu (24/5/2026) tadi malam menutup perjalanan Arsenal musim ini.
Baca juga: Perpisahan Haru Mohamed Salah: Sah Jadi Raja Assist Liverpool, Tiket Liga Champions Jadi Hadiah
Merujuk klasemen akhir Liga Inggris musim ini, Arsenal berhak menjadi juara setelah mengumpulkan total 85 poin dari 38 pertandingan.
Catatan 25x kemenangan, 7x hasil imbang dan 5x kekalahan mewarnai perjalanan Arsenal di Liga Inggris musim ini.
Catatan 71 gol dan hanya kebobolan 27 gol menjadi rapor lini serang sekaligus lini bertahan Arsenal sebagai sang juara.
Arsenal pun berhak unggul tujuh angka dari Manchester City yang harus rela menjadi runner-up dengan 78 poin.
Sisusul Manchester United (71 poin) di peringkat tiga klasemen, lalu Aston Villa (65 poin) sebagai penghuni posisi keempat.
Keberhasilan Arsenal meraih gelar juara musim ini pun terasa istimewa.
Arsenal seakan mampu menghapus crash beruntun setelah hanya menjadi runner-up dalam tiga musim terakhir secara berturut-turut.
Selain itu, Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun, tidak pernah lagi menjadi juara setelah terakhir kali meraihnya pada tahun 2004, era Invincibles.
Mikel Arteta pun juga berhak memenangkan gelar perdana Liga Inggris dalam kariernya sebagai seorang pelatih.
Statistik Kunci Arsenal Juara Liga Inggris
Keberhasilan Arsenal memenangkan trofi liga domestik musim ini pun tak bisa dilepaskan dari berbagai statistik mentereng.
Terutama statistik kunci yang membuat tim asal London Utara itu berhak mendeklarasikan diri sebagai juara kompetisi.
Sebagaimana misal statistik bersih tim Arsenal yang tidak pernah mendapatkan kartu merah musim ini.
Ya, sepanjang kompetisi dari pekan pertama sampai terakhir, tidak ada satupun pemain Arsenal yang mendapat hadiah kartu merah dari wasit.
Tak sekedar kartu merah saja, Arsenal juga tidak pernah melakukan pelanggaran fatal yang berbuah hadiah penalti untuk tim lawan musim ini.
Hal itu menunjukkan tingkat kedisiplinan luar biasa yang ditunjukkan skuad Arsenal mengarungi kompetisi musim ini.
Fakta bahwa Arsenal kerapkali dirugikan oleh kartu merah pada musim-musim sebelumnya, seakan sudah dipelajari Mikel Arteta agar hal itu tidak terulang musim ini yang mengakibatkan kerugian bagi timnya.
Benar saja, sepanjang musim ini, Arsenal tidak pernah sekalipun berada dalam situasi rumit dalam sebuah pertandingan, karena kartu merah.
Dilansir Opta, Arsenal pun berhak menyandang predikat elit sebagai juara Liga Inggris pertama dalam sejarah, yang tidak pernah mendapat kartu merah dari wasit, serta tidak pernah memberi hadiah penalti ke tim lawan akibat sebuah pelanggaran.
Selain tingkat disiplin yang luar biasa, Arsenal juga layak dinobatkan sebagai jawara karena menjadi tim yang paling sedikit kebobolan.
Sepanjang kompetisi, gawang Arsenal yang musim ini dikawal David Raya hanya kebobolan 26 gol saja dari 38 laga.
Catatan 19 cleansheet seakan makin membuktikan bahwa performa lini belakang Arsenal bukan kaleng-kaleng musim ini.
Setiap pemain Arsenal seakan terlihat siap mati-matian, hanya untuk melindungi gawang mereka sendiri dari kebobolan.
Kekompakan dan kesolidan pemain belakang Arsenal dalam urusan bertahan, menjadi kunci penting mereka memenangkan gelar musim ini.
Disisi lain, produktifitas gol Arsenal yang menyentuh angka 71 gol alias terbanyak kedua, juga memegang peran kunci lainnya.
Hal ini karena sumber gol Arsenal musim ini dihasilkan pemain mereka sendiri dari berbagai posisi manapun.
Seakan tidak peduli posisi bermain pemain tersebut, setiap penggawa Arsenal seakan punya tanggungjawab untuk mencetak gol, ketika situasinya ada.
Maka, tak mengherankan jika Arsenal menunjukkan kolektifitas luar biasa dalam urusan mencetak gol.
Pemain seperti Viktor Gyokeres, Leandro Trossard, Martin Zubimendi, Gabriel Magalhaes bahkan Max Dowman bahkan pernah tercatat sebagai pencetak gol musim ini.
Ketidaktergantungan Arsenal terhadap pemain tertentu dalam urusan mencetak gol inilah yang membuat daya ledak serangan mereka tak bisa ditebak.
Menariknya lagi, hampir sebagian besar gol yang dicetak Arsenal, dihasilkan lewat situasi bola mati, terutama sepak pojok.
Disisi lain, kondisi inilah yang membuat Arsenal tidak punya banyak nama pemain di jajaran top skor Liga Inggris.
Hal ini karena Arsenal benar-benar hanya mengandalkan kolektifitas mengarungi kompetisi musim ini, hingga akhirnya mereka berhasil memenangkan gelar juara di akhir turnamen.
Itulah beberapa statistik kunci yang diukir Arsenal yang dilatih Arteta hingga bisa keluar sebagai juara di akhir kompetisi musim ini.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)