TRIBUNBATAM.id - Dering telepon pada Sabtu (23/5/2026) seolah menjadi jawaban kegelisahan Samsudin. Semalaman ia sulit tidur. Telepon tadi mengabarkan jika Anggi Auliya Arsyad (25) anak angkatnya, ditemukan tewas mengenaskan.
Hari itu Samsudin sedang di Jakarta. Sementara Anggi ditemukan meninggal dunia di Bogor.
Jasad Anggi dilempar dari atas jalan layang Tol BORR di kawasan Simpang Yasmin, Kota Bogor.
Jumat malam itu, korban baru saja pulang setelah bekerja, namun langsung kembali keluar meninggalkan rumah.
Samsudin menjelaskan bahwa saat itu Anggi mengatakan izin untuk menemui teman-temannya.
"Bilang sama keluarga mau keluar ngopi sama teman-teman,” kata Samsudin, Minggu (24/5/2026).
Korban pun pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan mobil.
Pihak keluarga tidak menaruh kecurigaan apapun.
Sampai akhirnya rasa khawatir muncul setelah sampai larut malam korban tak kunjung pulang dan hilang kabar.
Padahal sebelumnya keluarga sudah memperingatkan agar korban tak pulang terlalu larut.
Samsudin yang kebetulan sedang di Jakarta juga mendadak tidak bisa tidur malam itu.
“Pas kejadian saya juga kok bangun lagi bangun lagi. Kaget pas dengar kabar,” ujarnya.
Samsudin mengatakan bahwa dia baru mendapat kabar keberadaan Anggi sekitar pukul 04.30 WIB subuh.
Kabar itu pun membuat keluarga terkejut karena korban ditemukan tewas mengenaskan.
“Tiba-tiba saya dapat kabar dari adek saya sekitar pukul 04.30 WIB, karena saya lagi di Jakarta, bahwa Anggi meninggal, kaget saya," katanya.
"Setelah itu saya berangkat ke Bogor, menuju ke RS Hermina melihat almarhum sudah tidak bernyawa,” ujar Samsudin.
Samsudin mengatakan, sebelum kejadian hal aneh juga dirasakan keluarga.
Kucing kesayangan korban tiba-tiba mati sebelum kejadian.
“Kucingnya dua, kucingnya satu mati, kucingnya yang satu lagi naik di mobilnya dia, jatuh lagi, jatuh dari atas mobil jatuh ke bawahnya lagi,” kata Samsudin.
“Di kantornya juga banyak kucing, dia juga senang memelihara. Sebagai hiburan ya kan, karena namanya perempuan kan hiburannya kalau gak boneka kan kucing. Kucingnya kan kucing-kucing anggora itu,” ujarnya.
Beberapa jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan Anggi.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan, penangkapan dilakukan di ruas Tol Cisumdawu.
“Pelaku sudah berhasil ditangkap di Tol Cisumdawu,” kata Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro.
Kejadian sendiri terjadi pada pukul 01.15 WIB dan pelaku berhasil ditangkap pukul 07.00 WIB.
Polisi saat ini sedang mendalami motif dari pelaku melakukan tindakannya ini.
“Insyaallah kita lagi dalami motif, dalami penyebabnya apa. Dan kemudian kami akan menyampaikan ke teman-teman semua,” ujarnya.
Ayah angkat korban, Samsudin, menegaskan bahwa hubungan mereka sama sekali bukan pacaran.
“Almarhum dengan pelaku itu bukan pacar, memang teman sekolah waktu di SMK,” kata Samsudin kepada TribunnewsBogor.com di rumahnya daerah Kemang, Minggu (24/5/2026).
Ia memastikan pihak keluarga pasti akan mengenali pelaku jika pria tersebut memang memiliki hubungan spesial dengan Anggi semasa hidupnya.
“Saya yakini itu bukan pacar, kalau ada yang menyampaikan di media apapun bahwa itu pacarnya bukan, saya membantah,” tambahnya.
Samsudin menduga kuat pelaku sudah merencanakan aksi pembunuhan ini. Pelaku diduga ingin mengambil barang berharga milik korban.
Menurut Samsudin, Anggi sudah memiliki pekerjaan yang mapan, punya mobil sendiri, dan aktif di dunia maya.
Hal inilah yang diduga memicu niat jahat dari pelaku yang melihat postingan korban.
“Mungkin karena almarhum sudah dibukakan rezekinya sama Allah, sudah bekerja, punya mobil sendiri, sering terlihat di dunia maya," kata Samsudin.
"Mungkin temannya melihat di postingannya, seorang penjahat kalau melihat yang seperti itu, kalau pikirannya jahat, pasti ada keinginan perbuatan jahat. Jadi sudah punya niat jahat,” lanjutnya.
Kini, pihak keluarga menyerahkan proses keterangan dan pengungkapan kasus ini kepada pihak kepolisian.
Samsudin berharap pelaku dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya dengan pasal berlapis.
“Nanti semua polisi yang akan memberikan keterangan, tapi saya percaya ini motif pembunuhan berencana. Makanya harapan kami dia dikenai pasal berlapis dan berlapis,” tandas Samsudin.