Kisah Keajaiban Como Bersama Fabregas, Bangkrut 2 Kali, Kini Jadi Rival Klub Besar di Liga Champions
Januar May 25, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kisah keajaiban Como 1907 rupanya sedang jadi perbincangan publik.

Sebab, Como 1907 kini lolos ke Liga Champions.

Sebuah dongeng ajaib mampu diubah menjadi kenyataan yang indah oleh Como 1907 di sepak bola Italia.

Ya, Como baru saja menciptakan sejarah lolos ke Liga Champions musim 2026/2027.

Dilansir dari Tribunnews, drama hasil laga terakhir Liga Italia yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) dinihari tadi, menyisakan sejarah emas bagi Como.

Baca juga: Alami Cedera Horor seusai Tabrakan, Pemain Como Nico Paz: Saya Tidak Bisa Melihat

Keberhasilan Como mencuri 3 poin dari kandang Cremonese (1-4), yang dibarengi kekalahan AC Milan dari Cagliari (1-2) di San Siro, pada waktu yang sama.

Secara tidak langsung menciptakan keajaiban bagi Como yang dilatih Cesc Fabregas.

Como yang awalnya berada di peringkat kelima klasemen, akhirnya berhak naik satu tingkat ke posisi keempat dengan 71 poin.

Peringkat empat klasemen otomatis memberikan jaminan kepada Como menjadi wakil Italia di Liga Champions musim depan.

Como akan menjadi salah satu wakil Italia di turnamen tersebut, selain Inter Milan, Napoli dan AS Roma.

Baca juga: Daftar 26 Klub Peserta Liga Champions 2026/2027: Manchester United Comeback, Como Lampaui Batas

Sementara itu, AC Milan yang kalah tragis melawan Cagliari di laga penentuan, harus gigit jari, karena terlempar dari zona Liga Champions.

Dengan koleksi 70 poin dari 38 laga, AC Milan harus rela mengakhiri klasemen Liga Italia di peringkat kelima.

Kenyataan ini jelas menjadi pukulan telak bagi AC Milan, yang sempat mampu bersaing dengan Inter Milan di jalur juara, pertengahan musim ini.

Kelolosan Como ke Liga Champions musim depan tentu ibarat kisah ajaib yang diciptakan klub berlabel underdog di setiap kompetisi.

Apalagi jika menilik rekam jejak Como di sepak bola Negeri Pizza.

Momen ajaib Fabregas bisa membawa Como lolos ke Liga Champions musim depan, benar-benar layak mendapatkan sorotan.

Bagaimana tidak, Como yang awalnya merupakan klub yang hampir bangkrut, akan segera mewakili wajah Italia di Liga Champions.

Didirikan pada tahun 1907, Como punya sejarah panjang menghiasi kompetisi sepak bola Italia dari berbagai kasta.

Bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como telah melewati perjalanan panjang, entah jatuh bangun di sepak bola Negeri Pizza.

Salah satu momen tragis yang pernah menimpa Como ialah saat mereka mengalami kebangkrutan pada tahun 2004 silam.

Setelah dinyatakan bangkrut pada tahun tersebut Como terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Italia, dan langsung anjlok terdegradasi ke kasta terbawah yakni Serie D.

Momen jatuhnya Como ke Serie D ini jelas menjadi pukulan telak bagi para penggemar klub tersebut.

Hanya saja, seakan tidak ingin menyerah begitu saja, Como mulai bangkit dan terus berjuang untuk kembali ke kasta tertinggi.


Perjuangan Como untuk bisa naik kasta dapat dikatakan seperti roller coaster, sempat naik kasta ke Serie C dan Serie B pada akhir 2010an,

Sayangnya, masalah finansial kembali menimpa Como, hingga akhirnya membuat klub ini kembali berkompetisi di Serie D pada musim 2017/2018 lalu.

Barulah setelah diakuisisi Grup Djarum dari Indonesia, kebangkitan Como sudah tidak terhentikan lagi.

Setelah dibeli Djarum pada tahun 2019, perjalanan luar biasa telah dilewati Como dengan promosi ke Serie C lalu ke Serie B, hingga ke Serie A.

Pada musim 2020/2021, Como mampu naik kasta ke Serie B dengan gagah.

Tiga musim berselang, Como akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer Serie A dengan lolos promosi sebagai peringkat kedua.

Dan pada musim 2024/2025, Como akhirnya kembali tampil sebagai peserta di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Hebatnya, Como mampu menyelesaikan momen comebacknya tersebut dengan menempati peringkat 10 di klasemen akhir.

Keajaiban yang tidak terduga pun akhirnya kembali menaungi Como, yang bisa menyelesaikan kompetisi Liga Italia musim ini di peringkat empat alias zona Liga Champions.

Harapan Como untuk bisa tampil di kompetisi Eropa musim depan pun langsung terbayar lunas pada akhir musim ini.

Apa yang dicapai Como musim ini tergolong mentereng, karena mereka juga sempat menjadi semifinalis Coppa Italia, sebelum kalah dramatis di tangan Inter Milan.

Como 1907 jelas layak dianggap sebagai kekuatan baru yang menjanjikan di sepak bola Negeri Pizza.

Kini, prospek Como sebagai salah satu klub menjanjikan dan atraktif dari Italia akan ditunggu lagi kiprahnya pada musim depan?

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.