Ditendang jika Angkat Kepala, Rahendro Ceritakan Pengalaman Pilu saat Ditahan Israel
Weni Wahyuny May 25, 2026 01:45 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 disambut penuh haru di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

Setelah sempat ditahan militer Israel saat menjalankan misi bantuan menuju Gaza, para aktivis dan jurnalis tersebut akhirnya tiba kembali di Indonesia dalam kondisi selamat.

Suasana emosional tampak saat keluarga, kerabat, dan relawan menyambut kedatangan mereka. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jurnalis iNews TV, Rahendro Herubowo alias Heru, yang mengaku mengalami perlakuan kasar selama berada dalam tahanan.

Heru mengungkapkan dirinya bersama rombongan mengalami tekanan fisik selama tiga hari berada di kapal tahanan militer Israel.

Ia menyebut adanya tindakan kekerasan yang diterimanya selama proses penahanan berlangsung.

Baca juga: Tangis 9 WNI Tiba di Indonesia Disambut Menlu dan Dubes Palestina, Ceritakan Penyiksaan Israel

“Jadi selama kita dibawa ke dalam tahanan kapal ya selama 3 hari, saya 2 hari 3 malam itu kita mengalami beberapa penyiksaan. Kalau saya bilang sih ada physical treatment juga,” ucapnya sesaat setelah tiba di Bandara Soetta, Minggu sore.

Menurut Heru, para tahanan juga mendapat intimidasi saat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Ia mengaku sempat dilempari granat kejut oleh aparat Israel.

“Kita mengalami tekanan ya di situ di mana setiap mereka melakukan sesuatu mereka melempari kita granat kejut yang cukup keras juga dan terutama pada saat kita proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain itu benar-benar luar biasa.”

“Harus nunduk dan kita enggak boleh angkat kepala sedikit pun. kita ngangkat kepala ditendang ya seperti itu,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Heru juga menceritakan adanya bilik khusus yang disebut digunakan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap tahanan sebelum dipindahkan ke ruangan lain.

“Dan mereka tuh kayak menyiapkan bilik bilik khusus ya, bilik khusus. Jadi ada khusus eksekusi.”

“Bilik khusus eksekusi bisa dibilang bilik khusus eksekusi. Jadi setiap kita mau berpindah ruangan ada satu bilik khusus eksekusi di mana kita dipukuli terus kita ditendang,” jelas Heru di hadapan awak media.

Heru bahkan mengaku sempat diinjak dan disetrum di beberapa bagian tubuhnya saat berada dalam tahanan.

“(disetrum) Badan, kaki dan e punggung saya,” imbuhnya.

Baca juga: Cerita Detik-Detik WNI Relawan GSF Dicegat Israel, Alami Kekerasan hingga Ditembak Peluru Karet

Pengalaman serupa turut disampaikan anggota GSF lainnya, As’ad Aras. Meski sempat ditahan, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus menyuarakan perjuangan rakyat Palestina.

“Tidak berhenti pada kami warga sembilan orang yang diculik, tapi di belakang itu kami meninggalkan warga Palestina yang harus kita suarakan terus,” kata As’ad di lokasi.

As’ad menegaskan dirinya bersama rekan-rekannya akan terus melanjutkan perjuangan kemanusiaan demi membantu rakyat Palestina melalui berbagai cara.

“Dan kami sepakat kami tidak akan berhenti untuk berjuang entah itu melalui daratan, lautan dengan cara apapun, dan sesuai amanat undang undang kita apalagi kita sebagai muslim,” tegasnya.

Diketahui, sembilan WNI tersebut sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan membawa bantuan menuju Gaza melalui jalur laut. Namun kapal yang mereka tumpangi dilaporkan dicegat dan dibajak militer Israel saat berada di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 250 mil laut dari lepas pantai Gaza.

Selengkapnya, sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF, ditahan Israel:

EVAKUASI WNI — Sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis nasional, sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan internasional lepas pantai Siprus. Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI kini telah dibebaskan dan sedang dievakuasi menuju Istanbul, Turki, sebelum dipulangkan ke tanah air.
EVAKUASI WNI — Sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis nasional, sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan internasional lepas pantai Siprus. Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI kini telah dibebaskan dan sedang dievakuasi menuju Istanbul, Turki, sebelum dipulangkan ke tanah air. (Instagram/@globalpeaceconvoy)

1. Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef 

2. Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk 

3. Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk 

4. Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk 

5. Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize 

6. Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro 

7. Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro 

8. Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1 

9. Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.