Lamongan Kembali Jadi Daerah Sapi Terbesar di Jatim, Stok Kurban Melimpah
Cak Sur May 25, 2026 01:49 PM

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menegaskan Kabupaten Lamongan kembali menjadi salah satu daerah dengan ketersediaan sapi terbesar di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau kesiapan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Kecamatan Kedungpring, Lamongan pada Minggu (24/5/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang memaparkan data populasi ternak di Lamongan.

Saat ini, populasi sapi di Lamongan mencapai 108.792 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.983 ekor disiapkan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban tahun 2026.

Jumlah itu dinilai lebih dari cukup, dibanding proyeksi kebutuhan sapi kurban di Lamongan yang diperkirakan sekitar 6.500 ekor.

TINJAU HEWAN KURBAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026). Khofifah memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).
TINJAU HEWAN KURBAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026). Khofifah memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). (istimewa/Dokumentasi Humas Pemprov Jatim)

Baca juga: Khofifah Ungkap Stok Sapi Kurban Jatim Melimpah: Surplus 550 Ribu Ekor

Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban Aman

Khofifah mengapresiasi para peternak Lamongan, yang dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan hewan kurban di tengah tingginya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya, tingginya penjualan hewan kurban, juga menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat dan membaiknya kondisi ekonomi warga.

“Ini masih tanggal 7 Zulhijah, jadi potensi penjualan masih terus ada. Terlebih Lamongan adalah daerah dengan ketersediaan sapi yang besar sehingga kondisi ini aman dan sehat, dan ini harus disampaikan kepada publik,” kata Khofiffah.

Sementara itu, Bupati Lamongan yang akrab disapa Kaji Yes menegaskan, kebutuhan hewan kurban di Lamongan dipastikan aman dan tercukupi.

“InsyaAllah kebutuhan hewan kurban aman dan tercukupi,” kata Kaji Yes.

Berikut data ketersediaan hewan kurban di Lamongan tahun 2026:

  • Populasi sapi: 108.792 ekor
  • Sapi kurban tersedia: 8.983 ekor
  • Kebutuhan sapi kurban: sekitar 6.500 ekor
  • Populasi kambing: 101.496 ekor
  • Kambing kurban tersedia: 23 ribu ekor
  • Kebutuhan kambing: sekitar 20 ribu ekor
  • Populasi domba: 91.571 ekor
  • Domba kurban tersedia: 18 ribu ekor
  • Kebutuhan domba: sekitar 10 ribu ekor

Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus melakukan pengawasan intensif.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di kandang peternak, lapak penjualan pinggir jalan hingga pasar hewan.

Selain itu, petugas juga memantau lalu lintas ternak, agar seluruh hewan yang dikirim telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) maupun Surat Veteriner (SV).

“Vaksinasi rutin juga terus dilakukan sebagai langkah pencegahan penyakit menular, terutama PMK. Kami juga melakukan desinfeksi area pasar hewan dan sosialisasi kepada peternak terkait pencegahan serta pengendalian penyakit hewan,” kata Bupati Kaji Yes.

Penjualan Sapi Kurban Tembus Luar Pulau Jawa

Ketua Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, mengungkapkan koperasi tahun ini menyiapkan sekitar 320 ekor sapi untuk kebutuhan kurban.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen atau sebanyak 268 ekor sudah terjual ke berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo hingga luar Pulau Jawa.

Suparto menyebut, dukungan pemerintah sangat membantu para peternak, mulai vaksinasi gratis, bantuan bibit penggemukan hingga dukungan pemasaran.

Bahkan, penjualan sapi kurban dari Lamongan kini mampu menjangkau wilayah luar daerah seperti Palangkaraya.

“Memang ada peningkatan biaya produksi, tapi harga jual juga meningkat. Kami sangat terbantu dengan vaksin gratis dari pemerintah,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.