Aries Agung Dorong UPT PTKK Jatim Jadi Pusat Pelatihan Vokasi Berstandar Industri
Cak Sur May 25, 2026 02:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai, mendorong UPT Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (PTKK) Dinas Pendidikan Jawa Timur terus melakukan inovasi, agar menjadi pusat pelatihan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri.

Menurut Aries, keberadaan UPT PTKK Jatim harus mampu menjadi penguatan praktik langsung bagi siswa melalui penggunaan peralatan yang lebih modern dan sesuai standar industri.

“Apa yang didapatkan di sekolah bisa dipadukan di tempat PTKK ini. Di sini adalah penguatan praktik secara langsung dengan alat yang mungkin berbeda dengan yang ada di sekolah mereka,” ujar Aries, Senin (25/5/2026).

Pelatihan Harus Berbeda dari Sekolah

Aries menegaskan, pelatihan di UPT PTKK tidak boleh sama dengan proses pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, siswa sudah mendapatkan teori dan praktik dasar di sekolah masing-masing, sehingga UPT PTKK Jatim harus menghadirkan pengalaman baru yang lebih aplikatif dan mendekati kebutuhan dunia kerja.

“Jangan sampai tempat ini tidak ada bedanya dengan lingkungan sekolah. Harus ada kelebihan dari proses yang mereka alami di UPT PTKK ini,” tegasnya.

Aries juga menyoroti masih banyak sekolah yang memiliki keterbatasan sarana praktik, mulai alat yang rusak hingga teknologi yang belum mengikuti perkembangan industri.

Karena itu, UPT PTKK diharapkan mampu menutup kesenjangan tersebut.

Berikut fokus penguatan pelatihan di UPT PTKK:

  • Penggunaan alat praktik modern
  • Pelatihan sesuai standar industri
  • Penguatan praktik langsung siswa
  • Pendampingan instruktur berpengalaman industri
  • Simulasi kerja nyata dan studi kasus

Instruktur Industri Dinilai Penting

Selain fasilitas, Aries menilai kualitas instruktur menjadi faktor penting dalam pendidikan vokasi.

Menurutnya, pengalaman belajar siswa akan lebih maksimal jika mendapatkan pembelajaran langsung dari instruktur yang memiliki pengalaman industri.

“Cara mengajar dan cara menyampaikan pasti berbeda. Itu juga bisa menjadi evaluasi bagi kita,” katanya.

Sementara itu, Instruktur Teknik Mesin Industri ITS sekaligus instruktur pelatihan CNC UPT PTKK, Sajidin, menjelaskan pelatihan CNC berlangsung selama 6 hari. 

Materi pelatihan meliputi:

  • Software menggambar
  • Simulasi perautan
  • Pengaturan perautan
  • Praktik mesin milling
  • Praktik mesin bubut CNC

“Materi ini untuk pemahaman dasar. Kalau kebutuhan industri, keilmuan ini akan terus berkembang dan butuh waktu cukup panjang,” jelas Sajidin.

Siswa SMK Dapat Pengalaman Praktik Lebih Mendalam

Peserta pelatihan diajarkan mulai tahap desain, simulasi hingga eksekusi desain menggunakan mesin CNC secara langsung.

Salah satu peserta pelatihan, Rendy Septia Ramadhani, mengaku materi yang diterima sangat selaras dengan kurikulum sekolah, namun pembahasannya di UPT PTKK jauh lebih mendalam dan aplikatif.

“Kalau di sekolah diajarkan dasar-dasarnya. Di sini dijelaskan lebih rinci, fungsi-fungsinya, sampai eksekusinya,” ujarnya.

Siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 1 Kota Madiun itu, mengatakan peserta juga diberikan studi kasus dan diminta menyelesaikan proyek secara mandiri.

Menurutnya, kesempatan praktik di UPT PTKK jauh lebih maksimal dibanding di sekolah yang masih terkendala keterbatasan alat dan mesin praktik.

Rendy menjadi satu dari tiga siswa yang mewakili sekolahnya mengikuti pelatihan CNC melalui klub CNC sekolah.

Pelatihan tersebut, juga menjadi bekal persiapan magang selama enam bulan di PT INKA pada bidang quality control.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.