Jakarta (ANTARA) - Pedagang Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, menyatakan siap berdialog dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait rencana pembangunan taman difabel di kawasan tersebut.
“Intinya, kita tetap menagih janji Pak Gubernur, seperti biasa yang sudah dijanjikan, revitalisasi dan akan membantu, yang sudah akan diperbaiki. Selama 10 bulan kita di sini, menunggu,” kata Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring Asmun saat ditemui di Pasar Taman Puring Jakarta, Senin.
Dia mengatakan para pedagang sampai dengan saat ini masih bertahan dan berjualan seperti biasa, meski dengan kondisi seadanya pascakebakaran yang terjadi sekitar 10 bulan lalu.
Menurut Asmun, para pedagang masih menunggu realisasi janji revitalisasi yang sebelumnya sempat disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta melalui sejumlah media.
Hingga kini, kata dia, belum ada pertemuan langsung antara pedagang dengan pemerintah kota maupun gubernur sejak kebakaran itu terjadi.
“Semenjak kebakaran, belum ada pertemuan Pak Wali Kota bertemu dengan kita, apalagi Pak Gubernur, belum pernah meninjau kita selama 10 bulan,” ujar Asmun.

Terkait rencana relokasi ke Pasar Cidodol maupun Pasar Mampang, pedagang menyebutkan hal itu masih sebatas wacana dan belum ada keputusan resmi.
“Itu baru wacana, yang Cidodol sama Mampang itu. Faktanya, di sini belum ada, masih jualan seperti biasa,” tutur Asmun.
Untuk itu, para pedagang berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka ruang dialog secara langsung untuk mengetahui kondisi mereka di lapangan.
Dia juga menegaskan para pedagang pada prinsipnya siap berdialog dengan pemerintah terkait penataan kawasan, termasuk pembangunan taman difabel, selama ada komunikasi yang jelas dan sesuai dengan janji revitalisasi yang pernah disampaikan.
“Kita menagih janji Pak Gubernur bersama-sama para pedagang,” ungkap Asmun.
Selain menyampaikan harapan, para pedagang Taman Puring turut memberikan doa dan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tengah menunaikan ibadah haji.
Saat ini, terdapat 180 pedagang yang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran di Pasar Taman Puring. Sebelum insiden itu terjadi pada 28 Juli 2025, Pasar Taman Puring dihuni oleh lebih dari 500 pedagang.





