Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Komisi IV DPRD Boyolali mendorong pengadaan seragam sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Program seragam gratis ini menjadi salah satu visi misi Bupati Boyolali dengan total anggaran mencapai Rp 11 miliar dari APBD.
Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Suyadi, mengatakan pengadaan melalui BUMD dinilai lebih menguntungkan bagi daerah karena potensi keuntungan dapat kembali menjadi dividen untuk pemerintah daerah.
“Kalau pengadaannya oleh BUMD, kalau ada selisih harga itu akan kembali sebagai dividen ke daerah. Harapannya seperti itu,” kata Suyadi, Senin (25/5/2026).
Menurut Suyadi, keterlibatan BUMD dalam pengadaan seragam sekolah juga bertujuan meminimalkan spekulasi negatif dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Pihaknya memastikan DPRD akan ikut mengawasi jalannya program tersebut, mulai dari sistem pengadaan hingga distribusi seragam kepada siswa.
“Sesuai kesepakatan di APBD, seragam ini akan dibiayai APBD. Nanti kami monitor, baik dari sistem pengadaannya,” ujarnya.
Pemkab Boyolali sendiri telah mengalokasikan anggaran besar untuk program ini.
Rinciannya, pengadaan seragam SD mencapai Rp 5.321.259.009, sedangkan untuk SMP sebesar Rp 5.885.055.000.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, menjelaskan proses pengadaan masih berada pada tahap market sounding sebelum ditayangkan di e-katalog.
“Hari ini masuk proses market sounding. Kita sampaikan spesifikasi untuk mengecek ketertarikan pasar terhadap pengadaan seragam ini,” katanya.
Program bantuan seragam sekolah gratis tersebut ditargetkan siap sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Nantinya, siswa baru jenjang SD dan SMP akan mendapatkan satu paket seragam yang terdiri dari seragam OSIS, Pramuka, dan batik.
Dwi menyebut total anggaran final masih akan disesuaikan dengan jumlah siswa baru setelah pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Baca juga: SPMB 2026, Disdikbud Soroti Kecenderungan Banyak Siswa Karanganyar Daftar ke Kabupaten Tetangga
Pengadaan seragam sekolah gratis di Boyolali tidak menggunakan sistem lelang terbuka.
Pemkab memilih mekanisme e-katalog mini kompetisi yang dinilai lebih cepat dan efisien.
Proses pengadaan diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu minggu dan terbuka bagi penyedia dari seluruh Indonesia.
“Ini bebas diikuti seluruh Indonesia, sepanjang punya lapak yang sesuai kebutuhan. Pasti banyak yang menawar,” imbuh Kuncoro.
(*)