Kata Siapa Orang Desa Tak Terpengaruh Dolar? Penjual Hewan Kurban di Karanganyar Ini Curhat Sedih
Hanang Yuwono May 25, 2026 04:22 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR  - Di tengah melemahnya nilai rupiah terhadap Dollar AS dan menurunnya daya beli masyarakat, pedagang hewan kurban di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, harus putar otak karena daya beli kini menurun.

Mereka pun mulai memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan jelang Idul Adha 2026.

Tak hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, promosi lewat Facebook, Instagram hingga TikTok kini jadi strategi baru menarik pembeli.

Baca juga: Warga Wonosari Klaten Curiga Ada Motor Mengapung di Kali, Tak Lama Kemudian Tersiar Kabar Duka

Seorang pedagang yang menerapkan strategi tersebut ialah Omah Qurban Jaya.

Selain membuka lapak kandang dadakan di sepanjang Jalan Solo-Tawangmangu, Desa Papahan, Kecamatan Jaten, mereka juga aktif memasarkan hewan kurban secara daring.

Salah satu anggota Omah Qurban Jaya, Raefan Zulfa Dwitama (22), mengatakan pemasaran melalui media sosial dilakukan agar jangkauan pembeli lebih luas di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

"Kita harus bisa merambah pemasaran yang lebih luas, kita mainkan medsos," kata Zulfa, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, promosi melalui media sosial dinilai cukup efektif untuk menarik calon pembeli hewan kurban, baik sapi, kambing maupun domba.

Zulfa menyebut penjualan secara konvensional tetap berjalan, namun pemasaran digital kini menjadi penopang tambahan untuk meningkatkan transaksi.

Baca juga: Ragil, Sapi Kurban Prabowo di Karanganyar Jalani Karantina Khusus Hingga Bakal Dikawal Polisi

"Di media sosial, kami menjual hewan kurban sapi, kambing dan domba, hasil baik jual konvensi dengan pemasaran melalui media sosial, saat ini sudah terjual sapi 4 ekor, kambing 30 ekor," ungkap dia.

Pantauan TribunSolo.com, sejumlah lapak hewan kurban mulai bermunculan di sepanjang Jalan Lawu, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar menjelang Idul Adha tahun ini.

KINI RAMBAH MEDSOS - Lokasi lapak yang menjual hewan kurban di sepanjang Jalan Lawu, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, jelang Idul Adha 2026, Senin (25/5/2026). Di tengah melemahnya nilai rupiah terhadap Dollar AS dan menurunnya daya beli masyarakat, pedagang hewan kurban di Kabupaten Karanganyar mulai memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan. Tak hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, promosi lewat Facebook, Instagram hingga TikTok kini jadi strategi baru menarik pembeli.
KINI RAMBAH MEDSOS - Lokasi lapak yang menjual hewan kurban di sepanjang Jalan Lawu, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, jelang Idul Adha 2026, Senin (25/5/2026). Di tengah melemahnya nilai rupiah terhadap Dollar AS dan menurunnya daya beli masyarakat, pedagang hewan kurban di Kabupaten Karanganyar mulai memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan. Tak hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, promosi lewat Facebook, Instagram hingga TikTok kini jadi strategi baru menarik pembeli. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Curhat Pedagang

Salah satu lapak penjualan hewan kurban di Jalan Lawu, tepatnya di Desa Papahan, Kecamatan Jaten, Karanganyar, mengalami penurunan penjualan pada Idul Adha tahun ini.

Joko Subandono (44), pegawai lapak hewan kurban di kawasan tersebut, mengatakan jumlah hewan yang belum terjual tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu sisa 3 ekor, tahun ini masih ada 16 ekor hewan yang belum laku di sini," kata Joko, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, harga kambing dan domba tahun ini juga cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut, harga hewan kurban yang terjual tahun ini rata-rata berkisar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Sementara pada tahun lalu, harga penjualan bisa mencapai Rp 5 juta.

Baca juga: BREAKING NEWS : Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Sukorejo Klaten

Selain itu, jumlah stok hewan kurban yang dibawa tahun ini juga lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu 40 ekor, tahun ini 30 ekor," ujarnya.

Joko menambahkan, sebagian besar calon pembeli masih banyak menawar harga, namun belum tentu jadi membeli.

"Rata-rata banyak nawar, ada yang beli ada yang tidak, harga kambing turun dan daya beli juga menurun," katanya.

Hal serupa disampaikan Zulfa (22), salah satu pedagang hewan kurban di lokasi tersebut.

Ia mengatakan penjualan kambing tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Menurut Zulfa, pada H-2 Idul Adha tahun lalu dirinya mampu menjual sekitar 15 ekor kambing. Namun tahun ini baru terjual sekitar 10 ekor.

"Jadi, saya sudah memulai Rumah Kurban Jaya ini tahun ketiga sudah buka lapak, perkembangan masih meningkat, tapi orang yang datang ke sini tahun ini lebih rendah dari tahun lalu," kata dia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.