Sumur Bor Semburkan Gas dan Api di Aceh Utara, Puluhan Warga Masih Mengungsi
Muliadi Gani May 25, 2026 04:54 PM

Sebanyak 80 jiwa warga Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, hingga Sabtu (23/5/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian setelah sebuah sumur bor di desa tersebut mengeluarkan semburan gas bercampur api yang memicu kepanikan masyarakat.

Peristiwa itu berdampak terhadap sedikitnya 20 rumah dengan sekitar 80 jiwa masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Demi alasan keselamatan, warga memilih meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu guna menghindari risiko ledakan susulan dari sumur yang mengeluarkan gas tersebut.

Meski demikian, sebagian warga dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing pada Sabtu sore setelah kondisi di lokasi dinilai lebih terkendali.

Namun, sejumlah keluarga lainnya masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir kondisi sumur belum benar-benar aman.

Keuchik Desa Blang Reubek, Zulkarnaini, mengatakan para warga yang mengungsi saat ini tersebar di sejumlah lokasi, terutama di rumah kerabat mereka di luar desa.

“Ada yang mengungsi ke rumah familinya di Kecamatan Tanah Luas, Syamtalira Aron, dan juga ada di kawasan Lhoksukon, tetapi bukan di Desa Blang Reubek,” ujar Zulkarnaini dikutip Serambinews.com, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Zulkarnaini, sumur tersebut awalnya dibor untuk memenuhi kebutuhan air bagi areal persawahan masyarakat serta sebagai sumber air bersih bagi warga desa.

Namun, saat proses pengeboran berlangsung, tiba-tiba muncul semburan gas bercampur lumpur dari dalam tanah.

Tak lama kemudian, semburan tersebut memicu kobaran api yang cukup besar sehingga membuat warga panik.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi langsung berhamburan keluar rumah dan memilih mengungsi demi menghindari kemungkinan terjadinya ledakan lebih besar.

“Masih ada yang mengungsi untuk sementara waktu.

Mereka khawatir akan ada ledakan susulan dari sumur itu,” katanya.

Meski menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Namun, aparat keamanan tetap mengambil langkah antisipasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi atau police line di sekitar lokasi sumur dan melarang masyarakat mendekati area tersebut sampai situasi benar-benar dinyatakan aman.

“Polisi sudah memasang police line sambil menunggu penanganan teknis dari pihak berwenang terkait sumber semburan gas tersebut,” ujar Zulkarnaini.

Selain kepolisian, pengamanan lokasi juga melibatkan unsur TNI dan pemerintah kecamatan.

Petugas terus berjaga untuk memastikan masyarakat tetap berada pada jarak aman dari titik semburan gas.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang Sutrisno, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab munculnya semburan gas yang disertai api dari sumur bor tersebut.

Menurutnya, kobaran api yang muncul saat kejadian bahkan sempat mencapai ketinggian lebih dari 50 meter dan terlihat dari jarak cukup jauh sehingga membuat warga sekitar panik.

“Kami mengimbau sementara waktu warga tidak mendekat ke lokasi.

Walaupun apinya sudah padam, kami belum menerima laporan dari tim teknis terkait tingkat keamanan sumur bor tersebut,” kata Bambang.

Hingga Sabtu malam, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi kejadian sambil menunggu hasil pemeriksaan dari tim teknis.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sumur dan lingkungan sekitar benar-benar aman sebelum seluruh warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.