TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis mengatakan, ada 21 Puskesmas di 17 kabupaten yang direnovasi tahun ini. Renovasi ini dilakukan agar masyarakat yang tinggal di daerah terpencil tetap mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak.
Ada pun 21 puskesmas yang direnovasi itu berada di Kabupaten Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
"Ini tindak lanjut dari program kita, di mana setelah Sumut bisa berobat gratis pakai KTP atau UHC, kita mulai membenahi puskesmas. Dimana, tahun ini kita akan renovasi 21 puskesmas dan ditargetkan rampung tahun ini," jelasnya kepada Tribun Medan, Senin (25/5/2026).
Dikatakannya, nantinya puskesmas ini akan disediakan ruang rawat inap. Ada fasilitas 10 kamar rawat inap di 21 puskesmas ini. Selain itu, lanjutnya, akan ada beberapa ruangan dokter spesialis yang akan berjaga di puskesmas tersebut.
Baca juga: Bayi Ibu yang Ditandu 30 Km di Tapsel Meninggal Dunia, Bobby Soroti Infrastruktur Puskesmas
"Kita lakukan perbaikan secara bertahap. Untuk tahun ini kita targetkan 21 puskesmas. Untuk operasionalnya seperti SDM-nya nanti akan diserahkan ke kabupatennya langsung," jelasnya.
Namun, dari 17 kabupaten itu, tidak ada renovsi puskesmas di Kabupaten Tapanuli Selatan. Padahal baru-baru ini, video viral bayi seorang ibu yang ditandu selama 8 jam saat hendak melahirkan di Tapsel meninggal dunia.
Namun terkait tidak adanya perbaikan puskesmas di Kabupaten Tapsel, Hamid tak menjawabnya secara gamblang.
"Kita targetkan renovasi 21 puskesmas akan selesai tahun ini. Dan akan mulai beroperasi di tahun depan. Untuk anggaran tetap sama kita gunakan sistem kolaborasi. Namun untuk detailnya akan diumumkan setelah disetujui dan disepakati bersama," jelaasnya.
Sebelumnya diketahui, viral video seorang ibu hamil bernama Tuti Daulay di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terpaksa digotong warga ke rumah sakit dengan menggunakan tandu bambu.
Tuti digotong warga selama 6 jam perjalanan menuju ke rumah sakit dengan jarak 30 kilometer dan menuai banyak komentar dari netizen.
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan, belasungkawa atas meninggalnya bayi ibu yang ditandu sepanjang 30 km saat hendak melahirkan di Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan. Pihaknya akan mengecek kendala yang terjadi di daerah tersebut.
Bobby Nasution menjelaskan, jika kendalanya di bagian jalan, maka pihaknya siap membantu perbaikan, dengan catatan pemerintah kabupaten/kota mengajukannya ke Pemprov Sumut.