Polisi Gagalkan Tawuran Besar Antar Pelajar Metro di Trimurjo, Orangtua Ikut Dimediasi
Reny Fitriani May 25, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Polisi gagalkan rencana tawuran antar kelompok pelajar yang sempat meresahkan warga di wilayah Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Sebanyak 26 pelajar dari dua kelompok sekolah di Kota Metro diamankan setelah kedapatan melakukan konvoi sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis arit dan sabit berukuran besar.

Kapolsek Trimurjo AKP Admar mengatakan, kasus bermula dari laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 pada Kamis (22/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Warga melaporkan adanya iring-iringan puluhan sepeda motor melintas di Jalan Kampung Purwoadi dan Purwodadi, Kecamatan Trimurjo, dengan membawa senjata tajam yang membuat masyarakat resah.

"Dari laporan itu anggota langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui identitas para pelaku yang merupakan kelompok siswa dari sekolah di Kota Metro," kata Admar, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Pemuda Tewas Bersimbah Darah Akibat Tawuran 2 Kelompok di Bandar Lampung

Kapolsek melanjutkan, polisi kemudian mengamankan 14 pelajar yang diduga hendak melakukan penyerangan terhadap kelompok siswa dari sekolah lain. 

Dari hasil pemeriksaan, polisi kembali mengamankan 12 pelajar lainnya yang juga kedapatan membawa senjata tajam serupa.

Menurut Admar, rencana tawuran itu dipicu saling tantang di media sosial melalui grup bernama DOSQ86BROB dan kelompok Printis343Shot. Kedua kelompok disebut sepakat bertemu di suatu lokasi untuk melakukan aksi tawuran.

"Para siswa ini sebelumnya sudah janjian untuk bertemu dan melakukan perkelahian antar kelompok," ujarnya.

Kapolsek mengatakan, untuk mencegah konflik meluas, Polsek Trimurjo mempertemukan kedua kelompok pelajar bersama guru dan orang tua masing-masing pada Sabtu siang. 

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, polisi melakukan pembinaan serta meminta para siswa membuat surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya.

Suasana haru juga terjadi ketika para pelajar diminta melakukan sungkem kepada orang tua mereka. Admar mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai bentuk pembinaan moral agar para siswa menyadari dampak perbuatannya terhadap keluarga.

Dia mengatakan, hasil mediasi menunjukkan kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan. Para orang tua berjanji akan lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, sementara pihak sekolah menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila tindakan serupa kembali terulang.

"Proses pembinaan berjalan baik dan pihak sekolah juga mengapresiasi langkah Polsek Trimurjo yang berusaha mencegah tawuran besar yang berpotensi menimbulkan korban dan gangguan keamanan masyarakat," tutupnya. 

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ikhwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.