Grid.ID - Bagi kamu para pencinta buku, nama Ale dalam novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” pasti sudah tidak asing lagi. Karakter yang berjuang melawan depresi ini sukses menyentuh hati ratusan ribu pembaca hingga membawa buku karya Brian Khrisna tersebut menembus cetakan ke-100.
Kabar gembiranya, perjalanan emosional Ale tidak berhenti di lembaran kertas saja. Versi layar lebarnya kini sudah di depan mata! Diproduksi oleh PH Sinergi, film ini dipastikan bakal memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi para penggemarnya.
Dalam sesi wawancara di acara syukuran cetakan ke-100 di Gramedia Jalma, Sabtu (23/5/2026), Brian Khrisna memberikan sedikit bocoran. Ternyata, versi filmnya tidak akan copy-paste seratus persen dari buku.
Ada pengembangan cerita yang sengaja dibuat untuk membantu penonton membayangkan situasi yang selama ini mungkin sulit divisualisasikan hanya lewat tulisan.
"Karena ini alih media, ada beberapa hal yang dikembangkan di film. Contohnya kayak kehidupan di pinggir rel kereta atau macam-macam, biar pembaca yang selama ini sulit membayangkan bisa lebih ter-elaborate lagi," ungkap Brian.
Jadi, buat kamu yang sudah baca bukunya berkali-kali pun, tetap bakal dapat kejutan baru di bioskop nanti!
Kenapa Harus Benedictus Siregar?
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah terpilihnya komika dan aktor Benedictus Siregar sebagai pemeran Ale. Banyak yang bertanya-tanya, apa pertimbangan di balik pemilihan ini?
Brian mengungkapkan sebuah fakta menarik. Ternyata, secara visual, Beni, sapaan akrab Benedictus, memang memiliki kemiripan dengan sosok penyintas asli yang menjadi inspirasi karakter Ale di dunia nyata.
"Beni juga ikut casting, bukan dipilih langsung. Dari beberapa orang yang casting, Beni yang paling cocok untuk memerankan bagaimana sedihnya jadi Ale. Ekspresinya paling dapet," jelas Brian.
Kapan Tayang? Sabar dulu, ya!
Brian membocorkan bahwa proses syuting dan produksi film ini sebenarnya sudah selesai pada akhir Mei lalu. Rencananya, film “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” dijadwalkan menyapa penonton di bioskop pada akhir tahun ini atau paling lambat tahun depan.
Meskipun terlibat dalam memberikan saran, Brian mengaku sepenuhnya menyerahkan urusan teknis kepada ahlinya, mulai dari sutradara hingga penulis skenario. Ia ingin film ini tetap punya nyawa sendiri tanpa mengganggu ranah kreatif tim film.
Sambil menunggu jadwal tayang resminya keluar, nggak ada salahnya kamu baca lagi novelnya atau berburu edisi cetakan ke-100 yang punya extra chapter spesial. Sampai jumpa di bioskop!