Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bek kiri Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, sukses menutup musim dengan pencapaian manis.
Pemain berusia 21 tahun itu dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Super League 2025/2026 setelah tampil konsisten bersama Macan Kemayoran sepanjang musim.
Dony berhasil mengungguli dua nama lain yang masuk nominasi, yakni Rivaldo Pakpahan dari Borneo FC dan Cahya Supriadi milik PSIM Yogyakarta.
Penghargaan tersebut terasa spesial mengingat kontribusi Dony untuk Persija musim ini cukup signifikan.
Sepanjang kompetisi, pemain kelahiran Boyolali itu tampil dalam 26 pertandingan, menyumbangkan satu gol dan satu assist, serta mengoleksi tiga kartu kuning.
Tak hanya itu, kepercayaan besar juga diberikan kepada Dony pada laga pamungkas kontra Semen Padang FC.
Dalam pertandingan tersebut, ia dipercaya mengenakan ban kapten Persija, sebuah momen yang diakuinya penuh kebanggaan sekaligus rasa gugup.
Baca juga: Punya Skill Kelas Pemain Eropa, Dony Tri Pamungkas Diminta Rizky Ridho untuk Tidak Cepat Puas
“Jujur, deg-degan. Tapi ya, sebuah kebanggaan bisa jadi kapten di tim Persija Jakarta ini,” ujar Dony usai laga kontra Semen Padang di JIS, Sunter, Sabtu (23/5/2026).
Dony mengaku tidak pernah membayangkan bisa berada di titik ini.
Menurutnya, predikat pemain muda terbaik ini tak lepas dari dukungan seluruh tim Persija sepanjang musim.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Tidak pernah menyangka bisa ada di titik ini. Ini juga berkat kerja keras semua yang ada di tim. Tanpa mereka, mungkin saya enggak akan dapat gelar ini,” kata Dony.
Bagi Dony, musim 2025/2026 menjadi fase penting dalam perjalanan kariernya.
Banyaknya menit bermain yang didapat membuatnya belajar banyak dan menjadi modal untuk terus berkembang ke depan.
“Musim ini banyak sekali yang saya pelajari karena memang saya mendapat banyak menit bermain. Itu menjadi motivasi saya untuk terus berkembang ke depannya,” ucapnya.
Performa apik Dony musim ini juga memunculkan spekulasi mengenai peluang berkarier di luar negeri.
Namanya bahkan sempat dikaitkan dengan ketertarikan klub dari Polandia.
Namun, pemain jebolan akademi Persija itu mengaku belum mengetahui perkembangan lebih lanjut terkait kabar tersebut.
“Jujur, saya sendiri belum tahu. Kalau ada rezekinya, mungkin saya bakal ke sana,” ujar Dony mengenai peluang bermain di luar negeri.
Di sisi lain, penghapusan regulasi U-23 musim depan tak membuat Dony khawatir kehilangan tempat di tim utama.
Ia menegaskan siap bersaing demi terus mendapatkan menit bermain bersama Persija.
“Itu sudah menjadi peraturan. Saya sebagai pemain muda, sama juga Hanan, mungkin akan terus bekerja keras agar mendapat menit bermain juga,” pungkas Dony Tri.