TRIBUN-MEDAN.com - Inilah pertanyaan Anggi Auliya (AAA) yang membuat Febry (MF) sakit hati.
Sakit hari itu pun dipendam selama 20 hari hingga berujung pembunuhan.
Febry juga sempat memeras korban.
Baca juga: Belasan Hari Polisi Ungkap 26 Kasus Narkoba di Langkat, Ada Dua Kasus Menonjol
Namun karena menolak memberikan uang, korban dibunuh.
Diketahui Anggi dibunuh oleh Febry pada Sabtu (23/5/2026) lalu.
Jasad Anggi ditemukan tergeletak di Jalan KH Sholeh Iskandar Simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, usai dilempar MF (26) dari atas Tol BORR.
Baca juga: Razia di Tempat Hiburan Malam, Polresta Deliserdang Temukan Inex
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan, motif pembunuhan ini adalah tersangka merasa sakit hati atas ucapan Anggi.
Ucapan itu dilontarkan saat pertemuan pertama kali pada tanggal 2 Mei 2026 lalu.
Keduanya adalah teman semasa SMK.
Kemudian sekian lama tidak berkomunikasi, tersangka menghubungi kembali melalui direct message (DM).
“Dan pada tanggal 2 Mei 2026, keduanya bertemu di daerah Air Mancur,” kata Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (25/5/2026).
Saat itu, Anggi menanyakan kepada tersangka kabar orangtuanya.
Tersangka mengaku sudah tidak punya orang tua.
Kata Rio, tersangka meras sakit hati dan akhirnya mengajak kembali bertemu pada Jumat (22/5/2026).
“Kemudian, karena sakit hati yang mendalam, 2 minggu kemudian si tersangka mengajak ketemu kepada korban, yaitu terjadi pada tanggal 22 Mei hari Jumat,” ujarnya.
Baca juga: Ketua DPD PDIP Sumut Dorong Generasi Muda Parlilitan Peduli dan Kritis Jaga Pancasila dan Demokrasi
Pada saat pertemuan kedua, korban tidak tahu bahwa tersangka sudah menyiapkan peralatan-peralatan untuk melakukan pembunuhan.
Kemudian tersangka memperlihatkan golok, lalu mengancam akan melakukan pembunuhan.
Saat itu tersangka memberikan penawaran jika mau berdamai, korban harus mengeluarkan sejumlah uang.
“Tersangka menyampaikan kalau mau damai ataupun mau aman, minta apa? Minta uang. Si korban tidak mau,” ujarnya.
Leher Anggi dijerat menggunakan dasi biru sampai pingsan di daerah Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Baca juga: Viral CCTV Aksi Diduga Begal di Medan Helvetia, Korban Kabur Tinggalkan Sepeda Motor
Kemudian setelah dijerat dan sudah pinsan, korban dibawa berputar-putar dalam keadaan tidak sadar.
“Ketika memasuki area Yasmin atau Sholeh Iskandar, korban menurut pengakuan tersangka bahwa korban gerak-gerak. Kemudian terjadilah seperti yang di video tadi yang dilempar dari jalan tol ke bawah,“ ujarnya.
Tersangka kini sudah ditahan di Rutan Mako Polresta Bogor Kota.
Ia terancam hukuman penjara selama 15-20 tahun.
Baca juga: Ketua DPD PDIP Sumut Dorong Generasi Muda Parlilitan Peduli dan Kritis Jaga Pancasila dan Demokrasi
Sementara itu, beberapa barang bukti ditampilkan oleh polisi di Mako Polresta Bogor Kota.
Barang bukti itu mulai dari tampang pelaku, tangkapan layar saat mobil terbaik di Tol, sampai ke dasi biru.
Postingan Terakhir Anggi
Postingan terakhir Anggi Auliya Arsyad kini menjadi sorotan publik usai wanita muda asal Kemang, Kabupaten Bogor itu ditemukan tewas secara tragis di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (23/5/2026).
Banyak warganet menilai unggahan terakhir Anggi di media sosial seolah menjadi firasat sebelum ajal menjemputnya.
Nama Anggi mendadak ramai diperbincangkan setelah kasus kematiannya menggegerkan masyarakat Bogor dan viral di media sosial.
Perempuan berusia 25 tahun itu diketahui ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan.
Saat ditemukan, mata Anggi dalam keadaan tertutup kain dan terdapat luka serius di bagian leher.
Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy Rosjadi mengungkapkan korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun nyawa Anggi tidak berhasil diselamatkan.
"Meninggal dunia," kata Doddy.
Peristiwa tragis yang menimpa Anggi membuat publik semakin penasaran dengan aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas.
Belakangan diketahui, sebelum kejadian, Anggi sempat mengunggah postingan di media sosial yang kini ramai dikaitkan dengan firasat.
Unggahan tersebut menjadi perhatian lantaran dibuat tak lama sebelum korban ditemukan meninggal dunia
Meski hanya berupa kalimat singkat, banyak netizen mengaku merinding setelah mengetahui akhir tragis yang dialami Anggi.
Di sisi lain, polisi mengungkap bahwa saat pertama kali ditemukan di lokasi kejadian, tidak ada identitas apapun yang melekat pada tubuh korban.
Hal itu sempat membuat proses identifikasi mengalami kendala.
Namun akhirnya identitas korban berhasil diketahui melalui pemeriksaan sidik jari.
Doddy menjelaskan korban diketahui bernama Anggi Auliya Arsyad, warga Kemang, Kabupaten Bogor.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, sebelum kejadian Anggi sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi keluar rumah.
Korban diketahui keluar sekitar pukul 22.00 WIB.
"Korban pada pukul 22.00 WIB pamit mau ngopi di luar sama temannya menggunakan kendaraan mobil Toyota Yaris," ujar Doddy, Sabtu (23/5/2026).
Keterangan tersebut juga sejalan dengan informasi yang beredar luas di media sosial.
Sejumlah akun menyebut Anggi diduga menjadi korban pembunuhan dan tubuhnya dibuang dari dalam mobil.
Informasi itu membuat publik semakin geram sekaligus bersimpati terhadap korban.
Apalagi, Anggi dikenal sebagai sosok wanita muda yang baik dan memiliki kehidupan normal seperti pekerja kantoran pada umumnya.
Kini, kasus kematian Anggi masih terus didalami pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.
Sementara itu, unggahan terakhir Anggi terus menjadi perbincangan warganet yang merasa sedih sekaligus merinding karena dianggap seperti pertanda sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pencarian terhadap kendaraan warna oren berpelat nomor B 2903 SKK tersebut.
Kini polisi telah menangkap terduga pelaku.
Detik-detik penangkapan berlangsung dramatis.
Polisi terlibat aksi kejar-kejaran dengan mobil pelaku.
Sampai kemudian pelaku mengalami kecelakaan hingga mobil Yaris tersebut terguling.
"Sudah (ditangkap)," kata Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam Dwi.
Namun hingga kini polisi masih belum menungkap identitas pelaku.
"Laporan lengkapnya saya masih nunggu juga dari Reskrim," katanya.
Dilihat dari media sosialnya, Anggi rupanya sempat menulis curhatan sebelum ditemukan tewas.
"Harus sehat ya.. Karena cuma ada 1 nyawa, bukan 9 nyawa," tulisnya di Thread.
Selain itu Anggi juga menulis tentang apresiasi terhadap diri sendiri.
"Hai diriku, Terima kasih untuk segala perjuangan yang sudah kamu lewati. Terima kasih sudah sampai di titik ini.
Kamu berhasil menjadi versi terbaikmu walaupun banyak ovt dan nangisnya.
I’m really proud of you. You did it pretty.
Aku percaya bahwa masa depan yang cerah itu sungguh ada, meski perjalanan hidup ke depannya membawa banyak tantangan serta peluang and I know this is just the beginning not the end. Semangatttt," tulisnya pada 2025 silam.
(*/ Tribun-medan.com)