TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BMKG mengeluarkan peringatan banjir rob Sumatera Barat yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir pada 28-31 Mei 2026.
Potensi banjir rob Sumatera Barat dipicu fenomena Bulan Purnama yang diperkirakan meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Direktorat Meteorologi Maritim BMKG menyebut, banjir rob Sumatera Barat berpotensi melanda wilayah pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Selain itu, potensi banjir rob Sumatera Barat juga mengancam wilayah pesisir Kepulauan Mentawai, meliputi Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora.
BMKG menjelaskan, fenomena Bulan Purnama pada 31 Mei 2026 berpotensi memicu kenaikan pasang air laut di sejumlah kawasan pesisir Indonesia.
Baca juga: PLN UID Sumbar Pastikan Listrik Normal, 394 Penyulang Kembali Layani 1,8 Juta Pelanggan
“Adanya fenomena Bulan Purnama pada tanggal 31 Mei 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” tulis Direktorat Meteorologi Maritim BMKG dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, kondisi tersebut dapat memicu banjir pesisir atau rob di beberapa daerah.
BMKG menyebut dampak banjir rob dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan pesisir.
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di permukiman pesisir, serta sektor tambak garam dan perikanan darat masuk dalam wilayah yang perlu diantisipasi.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pantai diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi pasang maksimum air laut berlangsung.
Baca juga: PLN Normalkan 21 Gardu Induk, Pemulihan Listrik Sumbar Pasca Gangguan SUTET Capai Tahap Akhir
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG dan kantor BMKG terdekat.
“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” tulis BMKG.
Potensi banjir rob Sumatera Barat pada akhir Mei 2026 ini membuat warga pesisir diminta memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi pasang surut laut secara berkala. (*)