BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kerinduan masyarakat Sungailiat terhadap konser musik berskala nasional kembali terjawab melalui gelaran Gebyar HUT ke-53 KNPI Tahun 2026.
DPD KNPI Kabupaten Bangka memastikan grup band nasional Nidji akan tampil di Stadion Orom Sungailiat pada 8 Agustus 2026 mendatang.
Sekretaris DPD KNPI Bangka, Rizal Mustakim, mengatakan konser tersebut sengaja digelar di Sungailiat untuk menghadirkan hiburan berskala besar yang merata bagi masyarakat Bangka.
"Selama ini konser besar lebih sering digelar di Pangkalpinang. Sekarang kami ingin menghadirkan konser spektakuler di Sungailiat. Ini sekaligus mengulang kesuksesan konser tahun sebelumnya," ungkap Rizal, Senin (25/5/2026).
Diakuinya, konser ini diprediksi akan menjadi sejarah baru. Pasalnya, Sungailiat terakhir kali merasakan atmosfer konser band legendaris nasional pada tahun 2007 silam saat Peterpan mengguncang kota ini.
"Berkaca dari antusiasme tahun lalu yang sukses menyedot hingga 9.000 penonton lewat penampilan Jacson Jeran, KNPI Bangka optimis gelaran tahun ini akan jauh lebih meledak dan spektakuler," ucapnya.
Daya tarik konser ini dipastikan berlipat ganda. Sekretaris KNPI Bangka, Rizal Mustakim, membocorkan bahwa Nidji tidak akan tampil sendirian.
"Ada satu lagi artis nasional papan atas, yang masih dirahasiakan identitasnya untuk mengejutkan penonton," ungkapnya.
Untuk menikmati seluruh kemeriahan konser terbesar di Sungailiat tahun ini, penonton tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Bendahara KNPI Bangka, Benny Wijaya, mengumumkan bahwa tiket dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp69.000 saja per orang.
"Dengan harga yang merakyat dan deretan penampil yang memukau, KNPI Bangka mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk bersiap mengukir sejarah dan merayakan kemeriahan bersama di Stadion Orom, Agustus mendatang," kata Benny.
Selain panggung musik yang megah, Gebyar HUT ke-53 KNPI Bangka juga dikemas sebagai pesta rakyat yang berdampak nyata bagi masyarakat melalui rangkaian kegiatan: Festival UMKM (Mendorong geliat ekonomi kreatif lokal), Aksi Sosial (Sunatan massal dan donor darah). (Bangkapos.com/Adi Saputra)