Ekonom Ini Blak-blakan Sebut Presiden Prabowo Dibohongi Menterinya, Nilai Tukar Rupiah Terancam Melemah hingga Rp22.000 per Dolar AS
TRIBUN-MEDAN.COM - Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai para menteri Presiden Prabowo Subianto menggampangkan persoalan melemahnya kurs rupiah akhir-akhir ini.
Ferry Latuhihin pun menyindir para menteri yang berusaha menghibur Presiden Prabowo Subianto di tengah buruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Adapun menurut laman resmi Bank Indonesia (BI) per hari ini, Senin, 25 Mei 2026, 1 dolar AS setara dengan 18.805 rupiah (kurs jual) dan 17.628 rupiah (kurs beli).
Sebagaimana diketahui, meski nilai tukar rupiah memburuk, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lalu menyampaikan optimismenya. Bahkan, dia meminta masyarakat tidak khawatir.
Namun, berbeda dengan Menkeu Purbaya, ekonom senior Ferry memperlihatkan pesimismenya.
Ferry menyebut nilai tukar rupiah bisa makin buruk, bahkan punya kemungkinan menembus angka 22.000 rupiah per 1 dolar AS.
Menurut Ferry kondisi fiskal Indonesia saat ini kedodoran, apalagi ditambah dengan hilangnya kepercayaan para investor. “Dolar bisa ke Rp22.000,” kata Ferry dalam siniar Hendri Satrio di kanal YouTube hari ini, Senin.
“Belum lagi Mei ini harga-harga minyak yang tinggi itu di-pass through ke produk akhir konsumen. Mei ini year on year inflation bisa double digit, bisa belasan persen.”
Menurut Ferry, Presiden Prabowo mungkin mengetahui kondisi buruk ini, tetapi para anak buahnya menggampangkannya.
“Menteri-menterinya ini bilang gampang. Ini enggak masalah. Ya menghibur sifatnya, asal bapak senang,” sindir Ferry yang pernah menjadi anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran ini.
Kata Ferry, Prabowo mungkin sempat cemas sehingga memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Namun, menteri-menteri Prabowo tetap menebar optimisme dan menggampangkan persoalan nilai tukar rupaih.
Ferry berkata bawahan Prabowo mungkin menghibur presidennya dengan menyebut bahwa turunnya nilai tukar rupiah hanya dipicu oleh perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Prabowo lalu diyakinkan bahwa rupiah akan kembali ke Rp16.500 per dolar AS.
“Iya benar dibohongi. Jadi, Pak Presiden yang mungkin niat awalnya baik tapi karena dibilang, ‘Gampang, Pak. Tenang, Pak, ini cuma sementara, Pak. Ekonomi kuat,’ jadi lengah,” ucap Ferry.
Dia berujar, Purbaya adalah menteri yang paling bertanggung jawab atas kondisi ini karena dia adalah bendahara negara.
Lalu, Ferry menyinggung angka pertumbuhan ekonomi 5,61 persen yang dibangga-banggakan Purbaya.
“Orang ini saya rasa mengejar jumpstart tadi, pengeluaran pemerintah naik hampir 22 persen untuk mengangkat 5,61 persen, cuma untuk membuktikan kita keluar dari jebakan 5 persen,” kata Ferry.
“Padahal, kalau kita breakdown, tanpa pengeluaran itu pertumbuhan ekonomi kita cuma empat kota sekian persen.”
Presiden Prabowo targetkan kurs rupiah Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS
Sementara itu, Prabowo menyampaikan pidatonya secara langsung mengenai arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah dalam rapat paripurna DPR RI, Rabu, (20/5/2026).
Dalam pidatonya Presiden menegaskan bahwa pemerintah ingin menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp16.800-Rp17.500 pada 2027.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentan 16.800 hingga 17.500," kata Prabowo.
Oleh karena itu, kata Prabowo, strategi fiskal dan moneter Indonesia disusun untuk mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Selain nilai tukar rupiah, pemerintah juga kata Presiden terus berupaya untuk mengendalikan laju inflasi. "Inflasi akan tetap kami jaga 1,5 hingga 3,5 persen," katanya.
Dalam pidato yang dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara dan Ketum Parpol tersebut, Prabowo juga menyampaikan target pemerintah dalam penurunan angka kemiskinan. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun 6-6,5 persen pada 2027.
"Tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentan 4,30 hingga 4,87 persen dari sebelumnya 4,44 sampai 4,96 persen," katanya.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Bahas Krisis BBM, Presiden Prabowo Kumpulkan Para Penggawa Ekonomi di Era Pemerintahan SBY