Pemerintah Inggris menyebut gangguan itu berbahaya dan menegaskan komitmen untuk tetap membela NATO serta sekutu dari agresi Rusia.
SERAMBINEWS.COM, LONDON – Insiden gangguan GPS (Global Positioning System) terhadap pesawat Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) yang membawa Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris, John Healey pekan lalu menambah daftar panjang ketegangan antara Inggris dan Rusia.
Peristiwa ini terjadi saat Healey kembali dari kunjungan ke pasukan Inggris di Estonia, Kamis (21/5/2026).
Menurut laporan The Times, sistem GPS pesawat lumpuh total selama tiga jam.
Pilot terpaksa mengandalkan navigasi alternatif untuk memastikan penerbangan tetap aman.
Selain GPS, perangkat elektronik di dalam pesawat juga terganggu, termasuk panel dashboard yang sempat tidak berfungsi.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Inggris menyebut, gangguan ini sebagai bentuk “campur tangan Rusia yang berbahaya,” meski tidak secara resmi menuding Moskwa sebagai pelaku.
Baca juga: Inggris Bantu Cegat Rudal Iran, Keir Starmer: Pasukan dan Pesawat Inggris Berada di Langit Saat Ini
Insiden ini muncul hanya beberapa minggu setelah dua jet Rusia dilaporkan berulang kali mencegat pesawat pengintai Inggris di atas Laut Hitam.
Healey mengecam tindakan tersebut sebagai “berbahaya dan tidak dapat diterima”.
Kecaman ini menegaskan bahwa Inggris tidak akan mundur dari komitmennya membela NATO dan sekutu dari agresi Rusia.
Gangguan terhadap sistem navigasi pesawat pejabat tinggi Inggris bukanlah hal baru.
Pada 2024, pesawat RAF yang membawa mantan Menhan Grant Shapps juga mengalami gangguan serupa saat melintas dekat wilayah Rusia.
Pola berulang ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Rusia menggunakan perang elektronik sebagai strategi untuk melemahkan lawan tanpa kontak langsung.
Hubungan Inggris-Rusia sendiri terus memburuk sejak invasi Moskwa ke Ukraina pada 2022.
Inggris menjadi salah satu pendukung utama Ukraina, baik dalam bantuan militer maupun diplomasi internasional.
Baca juga: Rusia Tuding AS Sengaja Picu Konflik Global demi Alihkan Isu Palestina
Gangguan GPS terhadap pesawat Menhan Healey dipandang sebagai sinyal bahwa Rusia berusaha menunjukkan kemampuan mengganggu sistem pertahanan Barat.
Bagi Inggris, insiden ini bukan hanya soal keselamatan penerbangan, tetapi juga menyangkut kredibilitas pertahanan.
Gangguan elektronik terhadap pesawat militer yang membawa pejabat tinggi menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan jalur udara internasional.
Jika dibiarkan, praktik ini bisa menjadi preseden berbahaya bagi stabilitas kawasan Eropa.
Dengan meningkatnya intensitas insiden udara, para analis menilai bahwa Inggris dan NATO perlu memperkuat sistem anti-jamming serta memperluas kerja sama intelijen.
Bukan hanya untuk melindungi pejabat tinggi, tetapi juga untuk memastikan bahwa jalur udara tetap aman dari ancaman non-konvensional.
Insiden ini menegaskan bahwa konflik Rusia-Inggris tidak hanya berlangsung di medan diplomasi atau Ukraina, tetapi juga merambah ke langit Eropa.
Baca juga: Trump Kirim 5.000 Tentara ke Perbatasan Rusia, NATO Siaga Hadapi Ancaman Baru
Gangguan GPS terhadap pesawat Menhan Healey menjadi alarm baru bahwa perang modern kini semakin bergeser ke ranah teknologi dan sistem elektronik.
GPS (Global Positioning System) adalah sistem navigasi berbasis satelit yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan digunakan secara global untuk menentukan lokasi, kecepatan, serta waktu dengan akurasi tinggi.
Fungsi utama GPS:
Kerentanan GPS:
Menariknya, GPS bukan satu-satunya sistem navigasi satelit.
Ada juga GLONASS milik Rusia, Galileo milik Uni Eropa, dan BeiDou milik China.
Semua ini menunjukkan betapa pentingnya navigasi satelit dalam geopolitik dan keamanan global.(*)