BANGKAPOS.COM - Suasana pelaksanaan sholat Idul Adha selalu menghadirkan nuansa khidmat dan penuh kekhusyukan. Di tengah gema takbir yang berkumandang sejak malam hari, umat Islam berkumpul di masjid maupun lapangan untuk menunaikan sholat Id berjamaah.
Salah satu bagian yang kerap menarik perhatian dalam pelaksanaan sholat Idul Adha adalah suara bilal yang mengumandangkan seruan (tarqiyyah) sebelum sholat dimulai hingga menjelang khutbah.
Meski bukan termasuk rukun sholat, bacaan bilal Idul Adha telah menjadi tradisi yang hidup di banyak masjid dan pesantren di Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Seruan tersebut berisi ajakan melaksanakan sholat Id, doa, sholawat, hingga pengingat agar jemaah mendengarkan khutbah dengan khusyuk.
Karena dalam ibadah sholat Id tidak ada syariat azan maupun iqamah, peran seorang bilal sangat penting sebagai penanda bagi jemaah. Berikut adalah urutan tata cara beserta teks bacaan bilal sholat Idul Adha lengkap dengan transliterasi Latin dan artinya:
Ketika imam telah hadir dan jemaah mulai merapatkan barisan saf, bilal berdiri menghadap jemaah lalu mengumandangkan seruan pembuka berikut dengan suara lantang:
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Teks Latin:Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini shalaatan jaami’atan rahimakumullaah.Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini shalaatan jaami’atan rahimakumullaah.Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa jaami’atan laa ilaaha illallaah.
Artinya:
“Marilah melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah merahmati kalian. Marilah melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah merahmati kalian. Marilah melaksanakan sholat sunnah Idul Adha secara berjamaah, tiada Tuhan selain Allah.”
Setelah sholat Idul Adha selesai ditunaikan (setelah salam) dan tepat sebelum khutbah dimulai, bilal kembali berdiri menghadap jemaah untuk menyerukan kalimat pengingat berikut:
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله
Teks Latin:Ma’aasyiral muslimiina wa zumratal mu’miniina rahimakumullaah, i’lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu ‘iidil adhaa wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri.Ahalallaahu lakum fiihith tha’aama wa harrama ‘alaikumush shiyaama.Idzaa sha’idal khathiibu ‘alal minbari anshituu atsaabakumullaahu wasma’uu ajaarakumullaahu wa athii’uu rahimakumullaah.
Artinya:
“Wahai kaum muslimin dan mukminin, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah Hari Raya Idul Adha, hari kebahagiaan dan hari pengampunan. Allah menghalalkan makan bagi kalian pada hari ini dan mengharamkan puasa. Jika khatib telah naik mimbar maka dengarkanlah khutbah dengan baik, semoga Allah memberi pahala, melindungi, dan memberi rahmat kepada kalian.”
Sesaat sebelum khatib memulai khutbahnya di atas mimbar, bilal melantunkan rangkaian doa dan sholawat demi keselamatan kaum muslimin:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الدِّيْنِ، رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Teks Latin:Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad. Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.Allahumma qawwil islaama wal iimaana minal muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat al-ahyaa-i minhum wal amwaat. Wanshurhum ‘alaa mu’aanidid diin. Rabbikhtim lanaa minka bil khair wa yaa khairan naashiriin birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami dan pemimpin kami, Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada junjungan kami dan pemimpin kami, Nabi Muhammad, serta kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, kuatkanlah Islam dan iman kaum Muslimin dan Mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup maupun yang telah wafat. Dan menangkanlah mereka atas orang-orang yang menentang agama. Ya Tuhan kami, akhirilah hidup kami dengan kebaikan dari-Mu, dan wahai sebaik-baik penolong, limpahkan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
Selain memperhatikan panduan bilal di atas, jemaah juga dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah hari raya dengan mengamalkan beberapa sunnah yang direkomendasikan para ulama, antara lain:
Penutup
Tradisi membaca kalimat tarqiyyah atau seruan bilal dalam rangkaian sholat Id telah lama mengakar kuat dalam budaya Islam Nusantara. Memahami teks bacaan bilal sholat Idul Adha lengkap dalam versi Latin dan artinya ini tidak sekadar memperkaya pengetahuan fikih ibadah jemaah, melainkan juga menuntun umat Islam agar dapat lebih menghayati setiap momentum sakral, tertib, dan penuh kekhusyukan di hari raya kurban. (sumber : Kompas.com)