TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bersiap siaga menghadapi potensi bencana, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah antisipasi ini mendesak dilakukan mengingat kondisi cuaca di Kaltara saat ini sangat sulit diprediksi.
Meski beberapa wilayah sempat terendam banjir akibat meluapnya Sungai Kayan, Denny Harianto mengingatkan ancaman yang tidak kalah besar dan patut diwaspadai saat ini adalah kebakaran.
"Kondisi kebencanaan memang sempat terjadi karena beberapa kali air Sungai Kayan meluap. Tapi banjir ini sifatnya banjir kiriman dari negeri tetangga," kata Denny Harianto, Senin (25/5/2026).
Fenomena cuaca saat ini dinilai cukup unik. Secara siklus musiman, Kaltara seharusnya sudah memasuki fase kemarau yang kering, namun intensitas hujan di wilayah hulu rupanya masih memicu banjir kiriman.
"Cuaca di Kaltara ini kadang sulit diprediksi. Sekarang harusnya sudah masuk musim kemarau, cuacanya panas tapi justru sempat banjir meskipun banjir kiriman. Tapi kalau saya lihat kemarin itu banjirnya tidak terlalu mengkhawatirkan," ungkap Sekprov Kaltara.
Melihat situasi tersebut, Pemprov Kaltara kini menggeser fokus perhatian pada ancaman kebakaran yang belakangan ini frekuensinya mulai meningkat di sejumlah daerah.
"Yang paling mengkhawatirkan justru ancaman kebakaran dan karhutla. Belum lama ini kebakaran cukup sering terjadi di wilayah Kaltara," jelasnya.
Baca juga: Banjir Kiriman Kembali Genangi Jalanan Tanjung Selor, Sekolah Terpaksa Pulangkan Siswa Lebih Awal
Guna memastikan keamanan wilayah, Denny menegaskan jajaran pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam posisi siaga penuh dan siap bergerak kapan saja.
"Apapun itu, kami sudah siap bersama teman-teman BPBD untuk mengantisipasi. Koordinasi juga terus dilakukan dengan kabupaten dan kota yang terdampak," tegasnya.
Pemprov Kaltara juga berharap peran aktif masyarakat sebagai kunci utama dalam manajemen bencana. Sekprov mengimbau warga untuk memperketat pengawasan terhadap lingkungan masing-masing.
"Imbauan kami tetap hati-hati. Bukan hanya banjir, kebakaran juga harus tetap diwaspadai. Artinya kita menjaga yang punya kita dulu," katanya.
Denny mengingatkan, kecepatan penanganan di lapangan sangat bergantung pada informasi awal. Oleh karena itu, sinergi berupa laporan cepat dari warga sangat dinantikan.
"Apapun yang terjadi di daerah masing-masing segera dilaporkan kepada aparat maupun pemerintah supaya ada respons yang baik terhadap langkah yang harus dilakukan," tutupnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu