Sambaran Petir Disebut Jadi Pemicu Blackout Sumatera, Wamen ESDM Bantah Sabotase
Noval Andriansyah May 25, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Isu sabotase atau unsur kesengajaan di balik lumpuhnya listrik alias blackout se-Sumatera akhirnya ditepis langsung oleh pemerintah. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, membantah keras adanya isu unsur kesengajaan atau sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik massal alias blackout yang melumpuhkan wilayah Sumatera, baru-baru ini.

Yuliot menegaskan bahwa gangguan fatal pada sistem kelistrikan tersebut murni dipicu oleh faktor alam, yakni hantaman sambaran petir yang mengenai jaringan transmisi utama.

Sambaran petir di wilayah Marangin tersebut dilaporkan langsung berdampak hebat pada kestabilan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera bagian utara.

"Enggak, itu ya tidak ada kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam," cetus Yuliot saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026), dilansir Tribunnews.com.

Baca juga: Blackout Sumatera, DPR RI Minta PLN Pertimbangkan Kompensasi ke Pelanggan

Yuliot membeberkan, gangguan hebat ini bermula ketika jaringan transmisi di Marangin tersambar petir, yang kemudian merembet dan mengacaukan stabilitas pasokan listrik di sistem Sumatera bagian utara. 

Wilayah utara sendiri selama ini memang sangat bergantung karena relatif lebih banyak disuplai dari wilayah selatan.

"Dari Kementerian ESDM terkait dengan kejadian listrik di Sumatera, ini kan ada persoalan yang jaringan transmisi, itu kan ada pesawat petir, di Marangin."

"Sambaran petir tersebut berdampak terhadap kestabilan sistem. Jadi kalau kita lihat dari kejadiannya sendiri, ini secara teknis juga untuk daya yang ada di Sumatera bagian utara ini kan relatif itu lebih banyak juga dialirkan dari selatan."

"Pada saat itu ada kejadian, sehingga seluruh sistem itu terjadi blackout," imbuhnya memaparkan kondisi lapangan.

Pasca-kejadian mencekam tersebut, Yuliot menyebut proses pemulihan langsung dilakukan secara bertahap dengan menghidupkan kembali satu per satu pembangkit listrik yang terdampak.

Untuk tahap awal, tim teknis mendahulukan pembangkit yang secara teknis bisa beroperasi lebih cepat, mulai dari PLTA, geothermal, PLTD, hingga pembangkit berbahan bakar gas.

"Jadi yang kita lakukan ini proses penghidupan kembali yang pertama itu adalah dari PLTA, kemudian Geothermal, itu ada PLTD dan juga ada gas. Secara teknis PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam," jelasnya.

Guna memastikan penanganan berjalan optimal, Kementerian ESDM bahkan sampai menerjunkan tim khusus langsung ke lapangan untuk memantau pergerakan teknisi di bawah.

Berkat koordinasi ketat dengan pihak PLN, pasokan listrik di wilayah terdampak akhirnya dipastikan sudah bisa pulih total 100 persen.

Belajar dari kasus ini, pemerintah langsung melayangkan instruksi tegas kepada PLN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional.

Langkah ini dinilai mendesak demi mencegah mimpi buruk pemadaman massal serupa terulang kembali di masa depan.

Evaluasi tersebut mencakup poin-poin krusial, salah satunya adalah kewajiban memasang sistem arde (penangkal petir) di setiap titik atau daerah yang masuk kategori rawan gangguan alam.

Selain itu, Yuliot juga menggarisbawahi pentingnya pemerataan suplai pembangkit listrik di tiap daerah. Tujuannya jelas, agar sebuah wilayah tidak terlalu bergantung pada pasokan listrik dari daerah lain yang lokasinya terlampau jauh.

"Harus ada keseimbangan suplai pembangkit di setiap daerah. Jadi jangan terlalu banyak daerah-daerah mengalirkan listriknya dari daerah yang cukup jauh."

"Seperti dari selatan ke utara itu justru membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Jadi untuk ke depan itu ya kita evaluasi untuk seluruh perbaikan yang dilakukan," tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, petaka lumpuhnya sistem kelistrikan di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut) yang meliputi Sumut, Aceh, Sumbar, Riau, dan Jambi ini sempat membuat aktivitas warga lumpuh total sejak Jumat pukul 18.44 WIB.

Sejumlah wilayah di Sumut baru bisa menikmati aliran listrik kembali secara bertahap sejak dini hari hingga Sabtu pagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.