Sutradara Pesta Babi Angkat Bicara, Tanggapi Pengakuan Mama Sinta yang Kecewa dan Mengaku Dijebak
Rita Lismini May 25, 2026 10:46 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Film Pesta Babi ramai jadi perbincangan setelah muncul banyak larangan tayang dari berbagai pihak.

Film Pesta Babi berisi dokumenter yang menyoroti isu kerusakan lingkungan di Papua hingga dampak PSN terhadap masyarakat adat di Papua Selatan.

Wilayah yang disorot di Film Pesta Babi adalah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Ada empat tokoh utama warga adat Papua yang muncul di Film Pesta Babi, salah satunya adalah Mama Sinta.

Di film tersebut, Mama Sinta garang meneriakkan penolakannya terhadap PSN yang dicanangkan pemerintah.

Namun baru-baru ini muncul video wawancara Mama Sinta yang mengaku dijebak untuk masuk di Film Pesta Babi.

Dalam video barunya, Mama Sinta mengaku tidak tahu sama sekali bahwa pernyataannya akan dimuat di Film Pesta Babi.

Bahkan Mama Sinta bercerita bahwa ia tidak diberi tahu bakal jadi tokoh utama di film garapan Dandhy Laksono dan Cypris Dale tersebut.

"Saya kecewa tentang pesta babi, itu tanpa izin dari saya, tanpa pengetahuan dari saya, saya kaget waktu mereka putar, kok saya tampil ke depan, apakah saya boneka atau ukiran asmat. Itu sama saja mereka manfaatkan saya, saya tidak dapat apa-apa dari mereka itu. Saya pulang pergi Jakarta enam kali tahun lalu, sampai di Bogor sana. Terus ke Makassar tiga kali, kalau Jayapura dua kali. Tapi apa yang saya dapat? cuma dapatnya capek," ungkap Mama Sinta.

Kini Dukung PSN

Lebih lanjut, Mama Sinta pun mengurai keputusan tegasnya.

Bahwa saat ini ia sudah tidak bergabung lagi di LBH Merauke.

Mama Sinta memilih untuk mengabdi ke perusahaan PSN.

Alasannya adalah karena Mama Sinta berharap rumahnya diperbaiki serta anak-anaknya diberikan pekerjaan.

"Ini dengan Mama Yasinta Moiwend yang sudah pernah viral di mana-mana. Jadi sekarang saya tidak bergabung lagi dengan mereka LBH, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan. Cari pekerjaan dengan rumah saya, saya ingin mau direhab karena rumah saya sudah tidak layak lagi. Dan ketiga anak saya, dia butuh pekerjaan juga. Itu yang saya harapkan ke depan," ungkap Mama Sinta.

"Mama harap ke depan mohon dibantu dan saya tetap di pihak perusahaan sekarang, tidak seperti dulu lagi. Karena dulu itu saya dimanfaatkan, saya diajak oleh orang-orang LBH. Saya punya orang sendiri, Aris itu dia yang ngajak saya duluan, akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka buat film Pesta Babi, tanpa izin dari saya, tanpa ketahuan dari saya, itu yang saya kecewa sekali sekarang," pungkasnya. 

Dandhy Laksono Angkat Bicara 

Menanggapi soal ucapan Mama Sinta tersebut, Dandhy meminta publik tidak terburu-buru menghujat Mama Sinta yang kini mengaku kecewa terhadap film dokumenter tersebut.

Menurut Dandhy, publik tidak mengetahui kondisi yang sebenarnya dialami Mama Sinta hingga akhirnya muncul pengakuan berbeda soal dukungannya terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kawan-kawan semua, kita tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami Mama Yasinta Moiwend di pedalaman Papua sana," tulis Dandhy dalam sebuah postingan di X.

Dandhy juga meminta masyarakat menahan diri untuk tidak menghakimi Mama Sinta.

"Apapun yang muncul di media sosial, sepertinya kita perlu menahan diri untuk tidak menghakimi beliau. Bahkan jika semua yang disampaikan murni atas kehendak sendiri, bukankah setiap orang berhak membuat pilihan?" sambung Dandhy.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.