Lolos Degradasi, Madura United Tancap Gas Perubahan Besar dan Bangkit di Liga 2026/2027
Wiwit Purwanto May 25, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi mulai membuka rencana pembentukan tim untuk menghadapi musim 2026/2027.

Setelah melewati musim sulit dan nyaris terdegradasi, Madura United berambisi bangkit dengan skuad yang lebih kompetitif musim depan.

Musim 2025/2026 menjadi periode terburuk Madura United sejak tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu harus berjuang hingga akhir musim untuk memastikan diri tetap bertahan di kompetisi elite nasional.

Meski demikian, Madura United akhirnya berhasil selamat dari ancaman degradasi. Bahkan tiga pertandingan terakhir sudah tidak lagi menentukan nasib tim di klasemen bawah.

"Pertama kami syukuri hasil tim (terhindar dari degradasi). Nanti saya umumkan pelan-pelan, sambil lihat regulasi pemain," kata AQ menjawab pertanyaan surya.co.id di Stadion Bangkalan.

Baca juga: Madura United Resmi Bertahan di Super League, Air Mata dan Perjuangan Rakhmat Basuki Berbuah Manis

"Karena untuk musim depan belum ada regulasi yang fix, jadi belum ada kabar terbaru," tambahnya.

Lima Pemain Asing Disiapkan Bertahan

AQ menegaskan seluruh rencana pembentukan tim masih menunggu kepastian regulasi kompetisi musim depan, termasuk soal kuota pemain asing.

Namun demikian, ia memberi sinyal kuat bahwa sebagian besar pemain asing andalan Madura United tetap akan dipertahankan untuk musim depan.

"Tapi, intinya pemain asing Madura United lima diantaranya kami kontrak panjang. Sehingga dari yang stay kemarin yang main terus itu yang akan tetap stay musim depan," tegasnya.

Lima pemain asing yang dimaksud mengarah pada Lulinha, Iran Junior, Pedro Monteiro, Kerim Palic, dan Jordy Wehrmann.

Meski demikian, AQ tetap memberi apresiasi kepada Junior Brandao yang tampil impresif dengan mencetak brace saat menghadapi PSM Makassar di laga terakhir musim ini.

AQ Minta Kualitas Kompetisi Terus Ditingkatkan

AQ juga memuji perjuangan para pemain Madura United yang tetap tampil spartan meski kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera.

Menurutnya, semangat juang seperti itu seharusnya sudah muncul sejak awal kompetisi berlangsung.

"Bagi kami, ini adalah perjuangan yang mestinya kami lakukan ini sejak awal kompetisi," tegasnya.

Selain fokus membenahi tim, AQ berharap kualitas kompetisi sepak bola Indonesia juga terus meningkat dari musim ke musim. Ia menilai perbaikan kompetisi menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga kualitas sepak bola nasional.

"Mari perbaiki sepak bola ini dengan baik. Kualitas kompetisi kami perbaiki, jangan sampai kompetisi ini kualitasnya menjadi turun. Setiap tahun harus meningkat, demi kecintaan kita terhadap sepak bola," pungkas AQ.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.