Rupiah Anjlok Lagi Hari Ini, Peluang Tembus ke Angka Rp18 Ribu Per Dolar AS Terbuka Lebar
Januar May 26, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Hari ini nilai tukar rupiah Kembali anjlok.

Bahkan, turunnya nilai tukar rupiah itu hamper mencapai Rp18 ribu per dolar AS.

Dilansir dari Tribunnews, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS perdagangan siang ini makin anjlok hingga di atas Rp17.790 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Selasa (26/5/2026), sekitar pukul 12.10 WIB, sudah melemah 0,28 persen ke level Rp17.793 per dolar AS.

Tercatat, pada Senin (25/5/2026), rupiah di pasar spot melemah 0,15 persen secara harian ke Rp 17.744 per dolar AS. 

Baca juga: Rupiah Melemah, Anggota DPR RI Ingatkan Potensi Badai PHK Bisa Masuk Desa


Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahannya begitu mengkhawatirkan, apalagi besok ada libur nasional Iduladha yang kemungkinan besar tekanan eksternal masih akan cukup tinggi. 

"Bank Indonesia tidak bisa melakukan intervensi di pasar domestik, obligasi, dan seluruh negara. Sehingga hanya di pasar internasional ini akan membuat rupiah kembali mengalami pelemahan," papar Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan, faktor pelemahan rupiah masih dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, di mana Amerika melakukan penyerangan terhadap Iran di tegah rencana kesepakatan damai kedua negara tersebut.

"Apa yang dikatakan oleh Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah ini, kemungkinan akan membuat tensi geopolitik di Timur Tengah akan menas kembali. Lagi-lagi Amerika mengatakan, uranium yang ada di Iran harus diambil alih oleh Amerika dan tidak mungkin ya Iran akan memberikan uranium tersebut," tuturnya.

Di sisi lain, Israel terus melakukan penyerangan di Lebanon Selatan bahkan wilayah Lebanon 20 persen sudah dikuasai oleh Israel dan kemungkinan besar akan dipatok. 

Atas menegangnya kawasan Timur Tengah, harga minyak dunia melonjak, di mana pagi ini WTI crude oil sudah di 92 dolar AS per barel, dan kemungkinan besar dalam perdagangan besok masih akan terus mengalami penguatan. 

Menurut Ibrahim, kenaikan harga minyak mentah yang cukup tinggi berdampak terhadap impor minyak Indonesia, di mana kebutuhan dolar AS akan melonjak juga untuk membeli minyak.

"Ini yang akan membuat kebutuhan dolar AS cukup tinggi karena APBN masih ditetapkan di 70 dolar AS per barel, kemudian rupiahnya di Rp16.500," paparnya.

"Pelemahan rupiah cukup tajam ini akan berdampak dalam minggu ini, kemungkinan besar target Rp18.000, kemungkinan besar akan tercapai," sambungnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.