TRIBUNJATIM.COM - Nama Julian Nagelsmann menjadi perhatian menjelang Piala Dunia 2026.
Pelatih timnas Jerman tersebut dipercaya memimpin Die Mannschaft untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Nagelsmann dikenal sebagai salah satu pelatih muda paling berpengaruh di Eropa.
Meski usianya masih relatif muda, ia telah menangani sejumlah klub besar seperti TSG Hoffenheim, RB Leipzig, hingga Bayern Munchen.
Pelatih kelahiran Landsberg am Lech, Jerman, itu sempat mendapat julukan “Baby Mourinho” karena telah memulai karier kepelatihan saat banyak rekan sebayanya masih aktif bermain.
Kini, Nagelsmann hadir sebagai sosok yang diharapkan mampu membawa Jerman bangkit setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan prestasi di turnamen internasional.
Dilansir dari laman resmi FIFA, Nagelsmann menilai Jerman perlu kembali menemukan identitas permainan khas mereka.
Menurutnya, tim Jerman selama ini dikenal mengandalkan intensitas tinggi, kekuatan fisik, serta mentalitas kuat di lapangan.
Namun, karakter tersebut mulai memudar dalam beberapa tahun terakhir sehingga perlu dibangun kembali menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca juga: Profil Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Der Panzer Si Raja Fase Gugur yang Ingin Bangkit
Karier Berawal dari Cedera
Sebelum dikenal sebagai pelatih, Nagelsmann sempat meniti karier sebagai pemain sepak bola muda di akademi Munich dan Augsburg.
Namun karier tersebut harus berakhir lebih cepat setelah dirinya mengalami cedera lutut parah pada usia 20 tahun.
Kondisi itu membuat impiannya menjadi pesepak bola profesional tidak dapat dilanjutkan.
Dalam masa sulit tersebut, Thomas Tuchel menjadi sosok yang membuka jalan baru bagi Nagelsmann.
Saat menangani tim cadangan Augsburg pada musim 2007/2008, Tuchel memberinya tugas menganalisis permainan lawan.
Tugas tersebut menjadi awal keterlibatan Nagelsmann di dunia kepelatihan. Kemampuannya dalam memahami taktik dan strategi permainan kemudian berkembang dengan cepat.
Seiring waktu, Nagelsmann mulai dikenal sebagai pelatih muda yang memiliki pendekatan modern dan kemampuan analisis yang kuat.
Jadi Pelatih Termuda Bundesliga
Karier kepelatihan Nagelsmann mulai mendapat perhatian besar pada Februari 2016.
Saat itu ia ditunjuk sebagai pelatih Hoffenheim di usia 28 tahun dan mencatat sejarah sebagai pelatih termuda di Bundesliga.
Ia mengambil alih Hoffenheim ketika klub tersebut berada di papan bawah klasemen Liga Jerman. Namun secara perlahan, Nagelsmann mampu memperbaiki performa tim hingga bersaing di papan atas.
Keberhasilannya bersama Hoffenheim membuat RB Leipzig merekrutnya. Bersama Leipzig, ia sukses membawa klub tersebut menembus semifinal Liga Champions Eropa.
Prestasi tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Eropa. Kariernya kemudian berlanjut bersama Bayern Munchen, salah satu klub terbesar di Jerman.
Di Bayern Munchen, Nagelsmann mencatat statistik impresif dan membawa tim tampil dominan di fase grup Liga Champions Eropa.
Baca juga: Sosok Tony Popovic, Pelatih yang Bikin Timnas Australia Bangkit di Piala Dunia 2026
Dikenal dengan Taktik Modern
Nagelsmann dikenal sebagai pelatih yang memanfaatkan teknologi dalam proses latihan dan analisis pertandingan.
Ia menggunakan drone hingga layar video besar untuk membantu pemain memahami strategi permainan secara detail. Selain itu, ia juga dikenal memiliki pendekatan taktik yang fleksibel.
Formasi permainan dapat berubah menyesuaikan situasi pertandingan sehingga lawan sering kesulitan membaca strategi tim asuhannya.
Gaya bermain yang diterapkan Nagelsmann identik dengan tekanan tinggi dan permainan menyerang.
Ia menilai tekanan di area pertahanan lawan dapat mempercepat peluang mencetak gol.
Meski menekankan permainan agresif, Nagelsmann tetap mengutamakan kerja sama tim dibanding ketergantungan terhadap satu pemain tertentu.
Pendekatan tersebut membuatnya dikenal sebagai pelatih modern yang mampu memadukan disiplin taktik dengan pengembangan pemain muda.
Baca juga: Sosok Sebastian Beccacece Pelatih Timnas Ekuador di Piala Dunia 2026, Sempat Tangani Argentina U20
Misi Besar Bersama Timnas Jerman
Menjelang Piala Dunia 2026, Nagelsmann menilai Jerman bukan tim unggulan utama dalam perebutan gelar juara. Namun hal itu justru dianggap dapat mengurangi tekanan terhadap timnya.
Ia lebih memilih fokus membangun semangat kolektif dan kepercayaan diri pemain dibanding membebani tim dengan ekspektasi berlebihan.
Sejumlah pemain muda seperti Jamal Musiala dan Florian Wirtz diproyeksikan menjadi bagian penting dalam skuad Jerman di Piala Dunia 2026.
Nagelsmann berharap generasi muda tersebut mampu membawa energi baru dan membantu mengembalikan kekuatan Jerman di level internasional.
Bagi Nagelsmann, target utama di Piala Dunia 2026 bukan hanya meraih hasil terbaik, tetapi juga mengembalikan citra tim Jerman sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.