TRIBUNKALTIM.CO - Situasi internal AC Milan pasca-kegagalan menembus Liga Champions kian membara.
Setelah pemilik RedBird Capital, Gerry Cardinale, melakukan pembersihan massal dengan mendepak pelatih Massimiliano Allegri beserta tiga direktur utama, kini gelombang protes menghantam sang legenda AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.
Kemarahan pendukung garis keras Ultras Milan memuncak setelah mengetahui bahwa Ibrahimovic tidak ikut dipecat.
Baca juga: Massimiliano Allegri Dipecat, AC Milan Cari Pelatih Bertipe Cesc Fabregas
Sebaliknya, mantan striker legendaris asal Swedia yang menjabat sebagai Senior Advisor RedBird tersebut justru diberikan otoritas dan kekuasaan yang jauh lebih besar untuk menyusun draf cetak biru olahraga AC Milan yang baru.
Ketegangan ini terlihat jelas pada Selasa malam waktu setempat, ketika sekelompok Ultras Milan mendatangi markas klub dan membentangkan spanduk protes berukuran besar di luar gedung Casa Milan yang berbunyi:
“Nessuno deve rimanere: Fuori anche Ibra Subito.” (Tidak boleh ada yang tersisa: Usir Ibra sekarang juga).
Meskipun mendapatkan penolakan masif dari para suporter, posisi Ibrahimovic tampaknya masih sangat aman di mata Gerry Cardinale.
Baca juga: Bos Besar AC Milan Murka! Gerry Cardinale Bersiap Tendang Furlani, Tare dan Moncada, Ibra Selamat?
Ibra bahkan terlihat tiba di hotel tempat Cardinale menginap untuk menghadiri pertemuan darurat tingkat tinggi guna membahas penunjukan pelatih baru dan strategi bursa transfer musim panas.
Sebelum melawan Cagliari, Ultras Milan sebenarnya sangat vokal memprotes kinerja CEO Giorgio Furlani.
Namun, mereka awalnya berada di kubu yang mendukung bertahannya pelatih Max Allegri dan Direktur Olahraga Igli Tare untuk musim depan.
Sikap tersebut berubah drastis 180 derajat setelah AC Milan tampil tanpa determinasi dan takluk 1-2 dari Cagliari di San Siro.
Baca juga: AC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions, Allegri Minta Jangan Salahkan Pemain
Hasil yang membuat AC Milan finis di peringkat kelima dan merelakan tiket Liga Champions jatuh ke tangan tim kejutan, Como.
Bagi Ultras, seluruh elemen yang berada di dalam klub saat ini harus bertanggung jawab atas aib tersebut, termasuk Ibrahimovic yang dianggap terlalu pasif dan tidak banyak berperan dalam menjembatani komunikasi antara pemilik klub asal Amerika Serikat dengan nilai-nilai tradisional AC Milan.
Berdasarkan laporan jurnalis di Milano, sangat kecil kemungkinan bagi Gerry Cardinale untuk mengabulkan tuntutan Ultras dan mendepak Ibrahimovic.
Setelah menghapus seluruh struktur manajemen olahraga lama, termasuk memecat Furlani, Tare, dan Direktur Teknis Geoffrey Moncada dalam satu pernyataan resmi yang brutal, Cardinale kini membutuhkan sosok sentral yang memahami kultur sepak bola Italia untuk memimpin masa transisi klub.
Ibrahimovic diproyeksikan menjadi wajah utama dari proyek "Moneyball" baru bentukan RedBird, sebuah keputusan yang dipastikan akan terus memicu konfrontasi panas dengan Curva Sud dalam beberapa pekan ke depan. (*)