SRIPOKU.COM, PALI - Warga Dusun I Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel, digemparkan dengan penemuan dua anak perempuan meninggal dunia di tepian Sungai Koteng, Senin (25/5/2026) malam.
Kedua korban diketahui berinisial Kr (4) dan Zap (6), warga Desa Purun.
Keduanya diduga meninggal akibat tenggelam saat bermain di sekitar aliran Sungai Koteng.
Kapolres PALI AKBP Yunar Sirait melalui Kapolsek Penukal, AKP Dedy Kurnia didampingi Wakapolsek Penukal, Iptu Dayend Maretdiansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan mayat anak perempuan sekitar pukul 19.30 WIB.
Polisi kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima informasi, personel langsung mendatangi TKP, melakukan pendataan saksi, koordinasi serta dokumentasi di lokasi kejadian,” kata Dayend.
Berdasarkan keterangan saksi, keluarga korban sebelumnya sempat mencari keberadaan kedua anak tersebut karena tidak kunjung pulang hingga sore hari.
Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar tepian sungai.
Sekitar pukul 18.15 WIB, seorang warga bernama Amir menemukan salah satu korban di aliran Sungai Koteng.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Simpang Babat.
Selang beberapa menit kemudian, korban lainnya ditemukan warga dalam kondisi tersangkut kayu di aliran sungai yang sama.
“Kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas Simpang Babat, namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga kedua anak tersebut meninggal dunia akibat tenggelam.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai maupun tepian air.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua dan pemerintah desa agar lebih mengawasi anak-anak ketika bermain atau mandi di sungai, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi,” katanya.
Diketahui, lokasi tepian Sungai Koteng memiliki kedalaman sekitar 1 hingga 1,5 meter dengan lebar sekitar 3 meter sehingga dinilai cukup berbahaya bagi anak-anak.
Saat ini kedua korban telah dimakamkan di pemakaman umum Desa Purun.