TRIBUNKALTARA.COM - Gelandang Inter Milan, Andy Diouf mendadak curi perhatian di akhir musim Liga Italia Serie A 2025/2026.
Pemain Pemain asal Prancis ini banjir pujian dan disanjung layaknya Ronaldo Nazario de Lima alias R9, saat Inter Milan menutup musim 2025/2026 di lapangan Stadion Renato Dall'Ara, Minggu (24/5/2026).
Bukan hype kosong atau satire, melainkan reaksi spontan Tifosi Nerazzurri yang terkejut dengan transformasi dramatis Diouf di penghujung musim.
Di laga tersebut, Andy Diouf akhirnya mencetak gol pertamanya di Liga Italia Serie A, sekaligus keluar sebagai man of the match.
Tampil sejak menit awal, Diouf mencatatkan 49 sentuhan, dengan akurasi umpan 89 persen dan berkontribusi dalam dua gol Nerazzurri.
Baca juga: 4 Momen Pesta Scudetto Inter Milan yang Bikin AC Milan Dongkol, Thuram Paling Curi Perhatian
Awalnya, Inter Milan mendatangkan Andy Diouf dari RC Lens sebagai opsi darurat menambal lini tengah.
Pemain berkaki kidal ini didatangkan dengan harga 25 juta euro, sebagai pilihan random lantaran manajemen gagal mendapatkan tandatangan gelandang AS Roma, Manu Kone.
Namun, proses adaptasi Andy Diouf di Italia tak berjalan mulus. Dalam taktik Cristian Chivu, ia kesulitan memahami gaya permainan.
Gelandang berusia 23 tahun itu kerap mendapat kritik pedas, sering dicadangkan, dan penampilannya dianggap jauh di bawah ekspektasi.
Debutnya melawan Torino sempat diwarnai kehilangan bola di area berbahaya, sementara laga kedua melawan Cremonese berakhir dengan blunder yang berbuah gol lawan.
Namun segalanya berubah di paruh kedua musim, terutama ketika Cristian Chivu memutuskan memindahkan posisi Andy Diouf ke sektor sayap.
Itu menjadi keputusan darurat, lantaran Chivu tak punya pilihan terbaik di sayap kanan akibat cedera yang menimpa Denzel Dumfries dan Matteo Darmian.
Nyatanya, pilihan Chivu tersebut yang mengubah masa depan Diouf.
Menit bermainnya melonjak drastis, dari hanya 70 menit di paruh pertama menjadi ratusan menit di paruh kedua.
Baca juga: 4 Fakta Inter Milan Juara Coppa Italia usai Tundukkan Lazio, Chivu Ukir Sejarah
Puncaknya terjadi pada laga pamungkas Serie A kontra Bologna.
Dengan liukan dribbling khasnya, Diouf membuka ruang dan mengasist gol mudah bagi Esposito.
Driblenya mirip Ronaldo R9 melewati dua penjagaaan ketat lawan dengan gerakan tipuan, dengan lesatan kilat ke kotak penalti.
Tak berselang lama, lewat serangan balik cepat, Andy Diouf sukses mencetak gol penyeimbang kedudukan di masa injury time.
Uniknya lagi, gol tersebut dicetak menggunakan kaki terlemahnya, kanan, namun bola mengarah akurat ke gawang Bologna.
Kombinasi kecepatan, akselerasi, dan perubahan arah gerakannya sontak mengingatkan banyak orang pada Ronaldo Fenomeno muda.
Cristian Chivu tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Andy Diouf yang sukses menebus kepercayaan.
Allenatore asal Rumania itu menilai Andy Diouf layak mengenakan seragam Nerazzurri, dan menjadi salah satu potensi menjanjikan bagi tim.
"Dia adalah pemain yang menjadi standar Inter Milan," kata Chivu.
Sang pelatih memuji etos kerja Andy Diouf yang menurutnya punya mentalitas pemenang.
Meski berusia muda dan menjadi pemain debutan di tim besar, Diouf tak pernah hancur ketika banjir kritik menerpanya.
"Bahkan ketika dikritik, dia terus berkembang dan memanfaatkan setiap kesempatan. Dia piawai melakukan dribel, mengubah arah pergerakan, serta memiliki akselerasi yang luar biasa," ungkap Chivu.
Baca juga: Momen Chivu Rendah Hati, Beri Panggung untuk Pahlawan Tersembunyi Scudetto Inter Milan
Meskipun peran aslinya sebagai gelandang Box to Box, talenta Andy Diouf dianggap lebih bersinar ketika bergerak dari lini sayap.
Chivu tak ragu memainkan Diouf sebagai wing-back atau winger, yang mampu menguasai bola sepanjang garis lapangan.
Selain itu, Andy Diouf telah menjelma sebagai senjata rahasia Chivu dengan keunggulan fleksibilitasnya di lapangan.
Pemain keturunan Senegal itu sempat dicoba sebagai mezzala, false 9, hingga penyerang sayap, dan semuanya tak mengecewakan.
Pada akhirnya, Chivu memantapkan posisi sayap penuh sebagai proyeksi utama untuk Diouf.
Secara keseluruhan, Diouf mencatatkan 913 menit bermain dalam 30 penampilan, dengan torehan 4 gol.
Meski hanya 7 kali menjadi starter, kontribusinya di paruh kedua jauh lebih dominan.
Ia juga sukses mencetak gol di tiga kompetisi berbeda, yakni Serie A, Coppa Italia (dua gol), dan Liga Champions (salah satunya saat menggantikan lawan Borussia Dortmund pada Januari).
Gol di pekan terakhir Serie A menjadi penutup manis sekaligus pembuka harapan baru bagi sang centrocampista.
Andy Diouf membuktikan kesabaran dan adaptasi posisi bisa mengubah peruntungan kariernya.
Biodata Andy Diouf
Nama Lengkap: Andy Alune Diouf
Kelahiran: Neuilly-sur-Seine, 17 Mei 2003
Usia: 23 Tahun
Negara: Prancis
Tinggi Badan: 187cm
Posisi: Gelandang, Wingback Kiri
Kaki Terkuat: Kiri
Karier:
2025-Sekarang - Inter Milan
2023-2025 - RC Lens
2022-2023 - FC Basel
2021-2022 - Stade Rennais
2020-2021 - Rennais U-19
2018-2020 - ACBB Youth
2015-2018 - PSG Youth
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)