Motor Terjatuh Saat Hendak Menyalip, Pembonceng Tewas di Kolong Truk Tronton
Reny Fitriani May 26, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Semarang - Pembonceng motor tewas dalam kecelakaan maut di Jalur Arteri Utara Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Baruna, Semarang Utara, Kota Semarang, Senin (25/5/2026) petang. 

Sementara korban lainnya hanya luka ringan.

Korban tewas yakni warga Kabupaten Demak.

Kecelakaan di jalur Pantura tersebut melibatkan sebuah truk tronton bak bermuatan tanah berpelat BM8350EU dengan motor Honda Astrea.

Saat kejadian, korban dibonceng oleh rekannya yang bekerja sebagai driver ojek online.

Baca Juga: Mobil Pikap Dinas PU Tabrak Reklame di Semarang, PNS Kendal Tewas di Lokasi

Ayah pengendara motor, Agus (54), warga Wonowoso, Karangtengah, Kabupaten Demak, menceritakan kronologi yang dia ketahui dari anaknya seusai kejadian.

Menurut Agus, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai anaknya mencoba menyalip kendaraan di tengah kondisi jalan licin akibat hujan ringan.

“Iya, dari sana ke sana, terus nyalip ini. Ini kan licin jalan. Dia ambil kiri, jatuh,” kata Agus saat ditemui di lokasi.

Setelahnya motor terjatuh, posisi pembonceng diduga masuk ke kolong truk bagian depan hingga akhirnya terlindas.

Korban meninggal diketahui bernama Yanuar Maulana Ar-Rosyid, yang merupakan tetangga dekat keluarga Agus.

“Yang meninggal yang bonceng. Tetangga saya,” ujarnya.

Sementara anak Agus yang mengendarai motor selamat meski mengalami luka ringan di sejumlah bagian tubuh.

“Ya hanya lecet-lecet dikit, karena jatuhnya ke kanan. Tapi yang ke kiri malah jatuhnya ke tengah,” jelas Agus.

Dia juga menyebut anaknya sempat berusaha menarik tubuh korban usai terjatuh. 

Namun kondisi truk bermuatan tanah diduga membuat kendaraan berat itu sulit berhenti seketika.

“Anak saya sempat narik, tapi mungkin muatan ya, jadi pengeremannya mungkin susah,” ujarnya.

Kecelakaan tersebut terjadi saat kedua pemuda itu pulang bekerja dari Semarang menuju Demak. 

Agus mengatakan anaknya bekerja sebagai driver online bersama korban.

Saat ini kondisi psikologis anaknya disebut masih terguncang akibat kejadian tersebut.

“Ini masih stres, Mas. Masih labil itu,” ujar Agus.

Relawan Sarda Jateng, Eryadimas, mengatakan pihaknya ikut membantu proses evakuasi korban dan pengaturan arus lalu lintas di lokasi kejadian.

“Korban dinyatakan meninggal, kami ikut membantu proses evakuasi dan mengatur lalu lintas,” kata Eryadimas.

Dia juga menyoroti kondisi jalan di kawasan tersebut yang dinilai rawan kecelakaan karena minim penerangan dan kontur jalan bergelombang.

“Kritik saya, jalan di sini rawan kecelakaan. Penerangan kurang, jalan bergelombang, kasihan para pekerja yang naik motor lewat sini,” ujar Eryadimas.

Sumber: TribunJateng.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.