Warga Tolak Pengolahan Sampah di Kayumanis, DLH Kota Bogor : Insya Allah dengan Dukungan Media
Ardhi Sanjaya May 26, 2026 04:05 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Denni Wismanto menjawab soal adanya penolakan dari warga Kayumanis soal rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Selasa (26/5/2026).

Denni tidak menyadari bahwa rencana pembangunan PSEL ini tidak akan 100 persen langsung disetujui.

"Tidak semua 100 persen akan bilang setuju. Malah kalau 100 persen setuju, ada yang curiga," kata Denni kepada wartawan, Selasa.

"Jadi kalau ada penolakan, itu adalah bagian dari satu proses. Tapi memang ini tantangan buat kita mengedukasi," imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa sebelumnya dia juga sempat bertemu dengan sejumlah tokoh menjelaskan teknologi PSEL nanti serta manfaatnya dan kekurangannya.

Sementara manfaat PSEL menurutnya cukup besar.

"Kita lihat tadi presentasi yang terakhir, bahwa dengan 1.000 ton sampah, maka akan ada 350.000 kWh listrik. Kalau itu dipakai batu bara, maka batu baranya saja habis 40.000 ton. Artinya kalau kita pakai 1.000 ton sampah, maka kita bisa menghemat 40.000 ton batu bara," katanya.

"Sedangkan batu bara itu fosil yang suatu saat akan habis," katanya.

Dia menjelaskan bahwa PSEL di Kayumanis nanti menggunakan standar eropa yang memperhatikan pencemaran dan lingkungan.

Jika masyarakat bisa tersosialisasi dengan baik soal manfaat besar PSEL ini, dia yakin masyarakat bisa memahami.

Terpantau, pembahasan PSEL ini dipresentasikan oleh Danantara di Kantor PWI Kota Bogor.

Dalam kegiatan ini, hadir pula Wali Kota Bogor Dedie Rachim.

Denni berharap manfaat PSEL ini bisa tersosialisasikan dengan baik dengan dukungan awak media.

"Insya Allah dengan dukungan media, saya yakin masyarakat yang tadinya menolak itu juga terinformasikan dengan baik," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.