Cerita Menarik di Balik Bersedianya Chelsea dan AC Milan Tanding di SUGBK pada 8 Agustus 2026
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertandingan big match antara Chelsea melawan AC Milan dipastikan bakal tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada 8 Agustus mendatang.
Di balik terwujudnya laga dua klub raksasa Eropa tersebut, terdapat proses panjang yang dijalani promotor Nine Sport Inc, Arif Putra Wicaksono.
Arif mengungkapkan proses pendekatan terhadap klub-klub Eropa sebenarnya sudah dilakukan sejak Agustus tahun lalu.
Baca juga: Keputusan Radikal AC Milan setelah Gagal Lolos ke Liga Champions 2026/2027
Bahkan, sempat ada beberapa klub besar yang diyakini bakal datang ke Indonesia, namun akhirnya batal terealisasi.
“Bidding-nya sebenarnya sudah dimulai sejak Agustus tahun lalu. Waktu itu ada sekitar lima klub yang meyakinkan akan datang ke Indonesia, tetapi realisasinya nol,” kata Arif Putra Wicaksono dalam program 'Bincang Bola' bersama Tribunnews, Selasa (26/5/2026).
Momentum mulai terbuka ketika Chelsea mengonfirmasi agenda tur pramusim di Australia pada Desember lalu.
Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan Nine Sport untuk membuka komunikasi lebih serius dengan klub asal London itu.
Namun, proses mendatangkan Chelsea ke Indonesia tak berjalan mudah.
Arif mengakui Indonesia masih kalah bersaing dari sejumlah negara Asia lain yang lebih sering menjadi destinasi klub-klub elite Eropa.
“Kalau dilihat dari daftar negara prioritas besar, Indonesia belum masuk, termasuk dari sisi image dan branding di Asia. Masih ada Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, sampai Timur Tengah yang lebih sering mereka datangi,” ujarnya.
Meski demikian, Arif bersyukur Chelsea akhirnya bersedia datang ke Indonesia.
Setelah komunikasi berjalan, Nine Sport kemudian menjalin pendekatan dengan AC Milan.
Menurut Arif, Chelsea menjadi klub pertama yang dihubungi lebih intens.
Namun komunikasi dengan AC Milan sebenarnya sudah berlangsung rutin setiap tahun.
“Chelsea kami approach lebih dulu. Tapi tiap tahun kami juga komunikasi dengan Milan,” ucapnya.
Awalnya, Nine Sport sempat mempertimbangkan mempertemukan klub-klub Eropa tersebut dengan tim lokal Indonesia demi efisiensi biaya.
Akan tetapi, Chelsea dan AC Milan sama-sama menginginkan lawan yang lebih kompetitif sebagai bagian dari persiapan pramusim.
“Karena ini fase pramusim, mereka ingin lawan yang kompetitif. Awalnya kami ingin lawan tim lokal karena lebih efisien dari sisi biaya. Tapi karena dua-duanya maunya lawan kompetitif, akhirnya saya coba pertemukan saja,” jelas Arif.
Keputusan itu pun berbuah positif. Chelsea yang telah memiliki agenda di kawasan Asia-Pasifik dan AC Milan yang juga mencari lawan tambahan akhirnya sepakat bertanding di Indonesia.
Arif menyebut mengurus dua klub besar Eropa sekaligus bukan perkara mudah.
Namun ia berharap laga Chelsea kontra AC Milan bisa menjadi momentum besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap penyelenggaraan event olahraga dan hiburan kelas dunia.
“Nah, ini pertandingan dua klub Eropa di Indonesia. Mudah-mudahan ajang ini jadi momentum agar Indonesia semakin baik lagi dan membangkitkan kepercayaan investor asing masuk ke Indonesia,” katanya.