Niat Bacaan Shalat Idul Adha 2026, Wajib Dibaca atau Tidak ? Baca Penjelasan dan Hukumnya
Ardhi Sanjaya May 26, 2026 04:05 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Shalat Idul Adha menjadi salah satu ibadah sunnah yang dilaksanakan umat Islam setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Sebelum menjalankan shalat, umat Muslim biasanya lebih dahulu membaca niat.

Namun, umat muslim kerap lupa untuk membaca niat Shalat Idul Adha.

Lalu apakah bacaan niat Shalat Idul Adha ini wajib dibaca atau tidak?

Menurut Islam, bacaan niat memang menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk shalat Idul Adha. 

Mengutip dari baznas.go.id, dalam melaksanakan Shalat Idul Adha sebaiknya memang niat harus ada di dalam hati.

Apakah Bacaan Niat Shalat Idul Adha Wajib Dibaca?

Pada dasarnya, niat adalah sebuah kehendak atau kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan ibadah tertentu.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa niat wajib ini biasa dibaca di dalam hati, sedangkan melafalkannya dengan lisan tidak wajib.

Artinya, seseorang tetap sah melaksanakan Shalat Idul Adha meskipun tidak melafalkan bacaan niat secara lisan, selama di dalam hati sudah berniat melaksanakan shalat Idul Adha karena Allah SWT.

Sebagian ulama dari Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa melafalkan niat hukumnya sunnah untuk membantu menghadirkan niat di dalam hati. 

Bacaan Niat Shalat Idul Adha

Berikut bacaan niat Shalat Idul Adha untuk makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَىٰ

Ushallii sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Sementara bacaan untuk imam saat Shalat Idul Adha:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَىٰ

Ushallii sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Hukum Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha sendiri memiliki hukum sunnah muakkad atau sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Tetapi, sebagian ulama juga ada yang berpendapat hukumnya fardhu kifayah.

Shalat ini dilaksanakan dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaatnya.

Pelaksanaannya dilakukan pada saat Idul Adha sebelum penyembelihan hewan kurban.

Tata Cara Shalat Idul Adha

Tata cara salat Idul Adha, dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ust. M. Syukron Maksum:

1. Membaca niat Shalat Idul Adha.

2. Untuk rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, dilakukan 7 kali takbir.

Setiap selesai sekali takbir disunahkan membaca:

"Subhaanallaahi walhamdu lillaahi wa laa ilaaja illallaahu wallaahu akbar,"

Artinya:

Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.

3. Setelah melakukan 7 kali takbir, bacaannya seperti salat lainnya.

Diutamakan surat yang dibaca setelah bacaan al-Fatihah dalam rakaat pertama ini adalah surat Qaf atau surat al-A'laa.

4. Kemudian ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.

5. Untuk rakaat yang kedua, takbir yang dilakukan 5 kali.

Setelah itu, salat berjalan seperti biasanya, surat yang dibaca setelah al-Fatihah diutamakan surat al-Ghasyiyah.

6. Lalu dilanjutkan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

7. Setelah selesai salam, maka dilanjutkan dengan dua Khotbah.

Khotbah yang pertama takbir dibaca 9 kali sedangkan untuk Khotbah yang kedua bacaan takbir dibaca 7 kali (pembacaan takbir dilakukan secara berurutan).

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.