TRIBUNPEKANBARU.COM - Inilah Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 27 Jurnal Membaca Buku Keluarga Kurikulum Merdeka.
Kegiatan membaca dapat membantu siswa memahami berbagai cerita dan informasi tentang kehidupan keluarga serta hubungan antartokoh.
Pada halaman 27 Kurikulum Merdeka, siswa Kelas 9 diajak mengisi Jurnal Membaca setelah membaca buku fiksi atau nonfiksi yang berkaitan dengan hubungan keluarga.
Dalam aktivitas ini, siswa diminta mencatat identitas buku, seperti judul, nama penulis, ilustrator, penerbit, hingga menuliskan sinopsis singkat dari buku yang dibaca.
Selain itu, siswa juga diminta menemukan paragraf yang memiliki kohesi dan koherensi yang baik serta menyebutkan konjungsi yang digunakan dalam paragraf tersebut.
Kegiatan ini membantu siswa memahami bagaimana sebuah paragraf disusun agar ide-idenya saling berkaitan dan mudah dipahami.
Siswa juga diajak memberikan pendapat pribadi tentang alur cerita, tokoh, serta latar waktu dan tempat dalam buku yang dibaca.
Melalui jurnal membaca, kemampuan memahami isi bacaan dan menyampaikan pendapat secara tertulis akan semakin berkembang.
Pembelajaran ini diharapkan dapat menumbuhkan minat membaca sekaligus melatih siswa berpikir kritis terhadap isi sebuah buku.
Jurnal Membaca
Bacalah sebuah buku yang mendeskripsikan hubungan keluarga. Kalian boleh memilih buku fiksi atau nonfiksi.
Kalian dapat menemukannya di perpustakaan dan taman bacaan, atau mengunduhnya melalui internet.
Kalian dapat membacanya sebelum masuk sekolah, sepulang sekolah, atau di rumah. Untuk buku yang kalian baca, buatlah catatan seperti ini.
Jurnal Membaca
Judul Buku : Keluarga Cemara
Nama Penulis : Arswendo Atmowiloto
Nama Ilustrator (jika ada) : -
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis :
Novel Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto menggambarkan kehidupan sederhana namun penuh makna dari sebuah keluarga yang hidup dengan kejujuran dan kebersamaan.
Abah bekerja sebagai penarik becak dan buruh serabutan, sementara Ema membuat opak untuk dijual. Mereka memiliki tiga anak: Euis, yang duduk di kelas 6 SD: Cemara atau Ara, yang baru masuk TK; dan Agil, si bungsu.
Kisah dimulai dengan Euis yang sering membantu orangtuanya menjajakan opak. Meskipun harus berjualan, Euis tetap berusaha menikmati masa kecilnya.
Suatu hari, seorang ibu muda memberinya kesempatan untuk naik komidi putar, namun uang yang diberikan ibu tersebut hilang, membuat Agil kecewa karena tidak jadi bermain.
Euis sangat menyayangi adik-adiknya dan selalu berusaha membuat mereka bahagia. Ara, yang baru masuk sekolah, ingin diantar Abah dan Ema seperti anak-anak lainnya. Namun, karena kesibukan orangtuanya, hanya Euis yang bisa mengantarkannya.
Ara belajar untuk percaya diri meskipun merasa minder di antara teman-temannya yang lebih beruntung secara materi. Dengan dukungan Euis dan nasihat bijak Abah. Ara belajar menghargai dirinya sendiri. Buku ini mengajarkan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun nilai-nilai kehidupan.
Tulislah paragraf yang memiliki kohesi dan koherensi yang baik di buku yang sedang kalian baca.
Paragraf:
Bedug subuh baru saja berlalu. Abah, sebutan untuk ayah, sudah bersiap berangkat ke sawah. Hari ini Abah ada pekerjaan di sawah Mang Rukmana. Sedangkan Ema, sebutan untuk ibu, sudah mempersiapkan dagangan. Ema membuat opak. Bahannya dibuat dari ketan, tapi sering dicampuri tepung yang lain. Untuk menjadikan opak, harus dipanggang di atas bara. Ema selalu terlihat sedang melakukan itu.
- Kohesi:
Pengulangan kata: Abah. Ema, sawah.
Kata ganti tunjuk: ini, itu,
Konjungsi: dan, sedangkan, tapi, untuk
- Koherensi:
Pengulangan makna: Abah = Ayah. Ema = Ibu.
Konjungsi yang digunakan adalah: dan, sedangkan, tapi, untuk.
Pendapatku tentang buku ini:
Alur ceritanya:
Alur cerita dalam buku Keluarga Cemara mengalir dengan sangat baik dan mengikuti kehidupan sehari-hari keluarga tersebut dengan detail yang menyentuh. Setiap peristiwa dan tantangan yang dihadapi oleh keluarga Cemara terasa sangat nyata dan mengajarkan banyak pelajaran tentang kehidupan.
Tokohnya:
Tokoh-tokoh dalam buku ini sangat kuat dan memiliki karakter yang mendalam. Abah sebagai figur ayah yang bijaksana dan penuh pengorbanan, Ema yang kuat dan penuh kasih sayang sebagai ibu, serta anak-anak mereka yang masing-masing memiliki peran penting dalam dinamika keluarga. Mereka semua digambarkan dengan sangat realistis dan mudah dicintai oleh pembaca.
- Latar waktu/tempatnya:
Latar waktu dan tempat dalam cerita ini menghadirkan nuansa kehidupan pedesaan yang sederhana namun penuh makna di Indonesia.