Imbas Menkeu Purbaya Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp 268 Triliun, BGN Berjanji Akan Lakukan Ini
Musahadah May 26, 2026 03:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Langkah pemerintah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 direaksi Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemerintah memangkas anggaran MBG dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun sebagai bagian dari strategi efisiensi fiskal dan perbaikan tata kelola program prioritas nasional.

Menanggapi hal ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperkuat efektivitas penggunaan anggaran negara melalui pola belanja yang lebih efisien dan tepat sasaran.

“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara," kata Nanik dalam keterangannya pada Selasa (26/5/2026). 

Dikatakan Nanik, penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal. 

Baca juga: Penyebab Harga Telur Anjlok Diduga Efek Peternak Tambah Kapasitas Produksi Tergiur MBG

Nanik mengatakan, sinergi dan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan BGN berjalan sangat baik dalam memastikan keberlanjutan program MBG, sebagai salah satu program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” tutur dia.

Nanik membeberkan, dalam APBN 2026, pagu anggaran resmi BGN tercatat sebesar Rp 268 triliun. 

Anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung operasional program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Nanik mengungkapkan, hingga 24 Mei 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah memastikan program tetap berjalan optimal meski dilakukan penyesuaian efisiensi pada sejumlah pos operasional.

Menurut Nanik, efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program agar semakin tepat guna dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” imbuh Nanik.

Pemangkasan Sesuai Arahan Presiden

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah efisiensi itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana program MBG dapat dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan di lapangan.

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya, dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026, di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, pemerintah masih menghitung skema terbaik untuk menekan biaya program tanpa mengganggu tujuan utama MBG, yakni memastikan peserta didik memperoleh akses makanan bergizi.

“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya.

Realisasi MBG: 61 juta penerima sudah terlayani

KRITERIA BARU MBG - Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali diterima SMAN 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur para Rabu (15/10/2025). Prabowo ingin MBG difokuskan untuk anak kurang gizi.
KRITERIA BARU MBG - Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali diterima SMAN 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur para Rabu (15/10/2025). Prabowo ingin MBG difokuskan untuk anak kurang gizi. (Surya.co.id)

Hingga 30 April 2026, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp 75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total pagu awal Rp 335 triliun.

Program ini telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat dengan dukungan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Baca juga: Sosok Marfen Siswa MI di Sidoarjo yang Kirim Surat Menyentuh untuk Presiden Prabowo soal MBG

Badan Gizi Nasional juga disebut terus melakukan penyesuaian teknis, termasuk pada mekanisme belanja agar distribusi anggaran lebih transparan dan efektif.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik.

“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” kata dia.

Ia memastikan bahwa masukan publik tetap dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.